Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Lampung dan MPM KBM POLINELA Perkuat Sinergi Pendidikan Demokrasi

.

Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Lampung menerima audiensi Majelis Permusyawaratan Mahasiswa Keluarga Besar Mahasiswa (MPM KBM) Politeknik Negeri Lampung (POLINELA) di Kantor Bawaslu Provinsi Lampung, Rabu (9/9/2026).

Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Lampung menerima audiensi Majelis Permusyawaratan Mahasiswa Keluarga Besar Mahasiswa (MPM KBM) Politeknik Negeri Lampung (POLINELA) di Kantor Bawaslu Provinsi Lampung, Rabu (9/9/2026).

Audiensi tersebut dilaksanakan sebagai bagian dari silaturahmi sekaligus membahas permohonan narasumber Bawaslu Provinsi Lampung dalam kegiatan Seminar Legislatif dan Kebangsaan yang akan diselenggarakan oleh MPM KBM POLINELA.

Kegiatan ini turut dihadiri Ketua Bawaslu Provinsi Lampung Iskardo P. Panggar, Anggota Bawaslu Provinsi Lampung Tamri, Gistiawan, Ahmad Qohar, dan Hamid Badrul Munir.

Audiensi menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara Bawaslu dan lingkungan perguruan tinggi, khususnya dalam membangun pemahaman mahasiswa mengenai demokrasi, kepemiluan, pengawasan partisipatif, serta pentingnya keterlibatan generasi muda dalam kehidupan demokrasi.

Ketua Bawaslu Provinsi Lampung Iskardo P. Panggar menyambut baik audiensi yang dilakukan MPM KBM POLINELA. Menurutnya, mahasiswa memiliki posisi strategis sebagai kelompok intelektual yang dapat berkontribusi dalam menjaga kualitas demokrasi.

“Kami menyambut baik audiensi dari MPM KBM POLINELA ini. Perguruan tinggi dan mahasiswa merupakan bagian penting dalam membangun demokrasi yang sehat. Karena itu, ruang-ruang diskusi seperti seminar kebangsaan perlu terus didorong agar mahasiswa memiliki pemahaman yang baik mengenai demokrasi, kepemiluan, dan pengawasan partisipatif,” ujar Iskardo.

Ia menambahkan, keterlibatan mahasiswa tidak hanya diperlukan ketika tahapan pemilu berlangsung, tetapi juga dalam membangun kesadaran demokrasi di tengah masyarakat.

“Mahasiswa jangan hanya menjadi penonton dalam proses demokrasi. Mahasiswa harus hadir sebagai generasi yang kritis, berintegritas, dan mampu memberikan kontribusi positif. Pengawasan partisipatif membutuhkan keterlibatan semua elemen masyarakat, termasuk generasi muda,” kata Iskardo.

Iskardo berharap kegiatan Seminar Legislatif dan Kebangsaan MPM KBM POLINELA dapat menjadi ruang edukasi sekaligus membangun kesadaran mahasiswa mengenai pentingnya menjaga nilai-nilai demokrasi.

“Kami berharap kegiatan ini dapat melahirkan mahasiswa yang tidak hanya memahami demokrasi secara teoritis, tetapi juga memiliki kepedulian dan keberanian untuk ikut menjaga proses demokrasi agar berjalan sesuai dengan prinsip langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil,” tuturnya.

Sementara itu, MPM KBM POLINELA berkomitmen melalui pelaksanaan Seminar Legislatif dan Kebangsaan untuk mendorong mahasiswa menjadi generasi yang kritis, berintegritas, dan aktif dalam menjaga demokrasi sebagai bagian dari upaya menuju Indonesia Emas 2045.

Sinergi antara Bawaslu dan perguruan tinggi diharapkan dapat terus dikembangkan melalui berbagai kegiatan edukasi kepemiluan dan pengawasan partisipatif, sehingga mahasiswa dapat mengambil peran lebih besar dalam mengawal demokrasi di Indonesia.

.
.
.

Editor : Mayu Shofa/Aris Munandar
Foto : Fakhmi Umar

Tag
Berita
toast

Media Sosial

news

Lokasi Bawaslu Provinsi

tanya

Konsultasi
Hukum Kepemiluan

Tanyakan right-circle
tanya

Konsultasi
Hukum Kepemiluan

Tanyakan right-circle