Lompat ke isi utama

Berita

Pembinaan Debat Kepemiluan Perkuat Kolaborasi Bawaslu Lampung Dan Perguruan Tinggi

.

Bawaslu Provinsi Lampung terus memperkuat kolaborasi dengan perguruan tinggi dalam rangka meningkatkan literasi demokrasi dan kepemiluan di kalangan mahasiswa. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan pembinaan dan pendampingan kepada mahasiswa Fakultas Syariah UIN Raden Intan Lampung yang akan mengikuti Lomba Debat Hukum Tata Negara dan Kepemiluan. Kegiatan pembinaan dan pendampingan tersebut berlangsung di Kantor Bawaslu Provinsi Lampung pada Kamis (9/7). 

Bawaslu Provinsi Lampung terus memperkuat kolaborasi dengan perguruan tinggi dalam rangka meningkatkan literasi demokrasi dan kepemiluan di kalangan mahasiswa. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan pembinaan dan pendampingan kepada mahasiswa Fakultas Syariah UIN Raden Intan Lampung yang akan mengikuti Lomba Debat Hukum Tata Negara dan Kepemiluan.

Kegiatan pembinaan dan pendampingan tersebut berlangsung di Kantor Bawaslu Provinsi Lampung pada Kamis (9/7). Pertemuan ini menjadi bagian dari rangkaian persiapan agar mahasiswa memiliki pemahaman yang lebih komprehensif mengenai hukum tata negara, kepemiluan, serta berbagai isu aktual yang berkaitan dengan penyelenggaraan demokrasi di Indonesia.

Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Dekan III Fakultas Syariah UIN Raden Intan Lampung, Abdul Qodir Zaelani, dan mahasiswa yang diproyeksikan menjadi peserta lomba. Dari hasil koordinasi, Fakultas Syariah UIN Raden Intan Lampung merencanakan akan mengirimkan lima tim untuk mengikuti kompetisi tersebut.

Plt. Kepala Sekretariat Bawaslu Provinsi Lampung, Achmad Sutiono, menyampaikan bahwa pembinaan ini merupakan bentuk komitmen Bawaslu dalam mendukung peningkatan kapasitas generasi muda, khususnya mahasiswa, agar memiliki pemahaman yang kuat terhadap sistem demokrasi dan kepemiluan.

"Kegiatan pembinaan ini kami laksanakan sebagai bentuk pendampingan kepada peserta agar mereka tidak hanya siap mengikuti perlombaan, tetapi juga memahami secara mendalam dinamika hukum tata negara dan kepemiluan. Kami berharap mahasiswa mampu mengembangkan kemampuan berpikir kritis, argumentatif, serta memberikan solusi terhadap berbagai persoalan kepemiluan," ujar Achmad Sutiono.

Menurutnya, lomba debat bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan sarana pendidikan politik yang mampu membentuk karakter mahasiswa menjadi generasi yang peduli terhadap kualitas demokrasi. Melalui forum akademik seperti ini, mahasiswa didorong untuk mengkaji regulasi kepemiluan secara objektif, memahami tantangan penyelenggaraan pemilu, sekaligus memberikan gagasan konstruktif bagi penguatan sistem demokrasi di Indonesia.

Achmad Sutiono menambahkan bahwa Bawaslu Provinsi Lampung membuka ruang seluas-luasnya bagi perguruan tinggi untuk berkolaborasi dalam berbagai program pengembangan sumber daya manusia, khususnya yang berkaitan dengan pengawasan partisipatif dan pendidikan demokrasi.

"Kami ingin membangun sinergi yang berkelanjutan dengan perguruan tinggi. Mahasiswa merupakan agen perubahan yang memiliki peran strategis dalam menumbuhkan budaya demokrasi yang sehat. Karena itu, Bawaslu siap memberikan dukungan melalui pembinaan, diskusi, maupun kegiatan akademik lainnya," katanya.

.
.

Editor : Mayu Shofa/Fakhmi Umar
Foto : Aris Munandar

Tag
Berita
toast

Media Sosial

news

Lokasi Bawaslu Provinsi

tanya

Konsultasi
Hukum Kepemiluan

Tanyakan right-circle
tanya

Konsultasi
Hukum Kepemiluan

Tanyakan right-circle