Lantik Pejabat Fungsional dan CPNS, Bawaslu Tekankan Kompetensi Dan Kerja Sehat
|
Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) terus memperkuat kualitas sumber daya manusia sebagai fondasi dalam meningkatkan profesionalitas pengawasan pemilu dan pemilihan. Komitmen tersebut kembali ditegaskan melalui Pelantikan Pejabat Fungsional dan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di lingkungan Bawaslu yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting serta luring di Gedung Bawaslu RI, Jakarta, pada Rabu (8/7).
Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Sekretaris Jenderal Bawaslu, Ferdinand Eskol Tiar Sirait, dan diikuti oleh seluruh jajaran Bawaslu Provinsi maupun Kabupaten/Kota di Indonesia, termasuk Bawaslu Provinsi Lampung.
Dalam sambutannya, Ferdinand Eskol Tiar Sirait menegaskan bahwa peningkatan kompetensi aparatur merupakan kebutuhan yang tidak dapat ditunda mengingat kompleksitas tugas pengawasan yang diemban oleh Bawaslu. Menurutnya, hingga saat ini Bawaslu masih menghadapi keterbatasan jumlah pejabat fungsional dibandingkan dengan kebutuhan organisasi.
"Bawaslu saat ini masih kekurangan pejabat fungsional, dengan PNS baru sekitar 5.000 dari total 12.000 pegawai. Peningkatan kompetensi sangat penting untuk mendukung kinerja kita yang penuh tantangan," ujar Ferdinand.
Ia menjelaskan, untuk menjawab tantangan tersebut Bawaslu telah menyusun peta jalan (roadmap) pengembangan sumber daya manusia yang akan menjadi acuan dalam peningkatan kapasitas aparatur secara berkelanjutan.
Roadmap tersebut mencakup berbagai program strategis, mulai dari penyediaan fasilitas beasiswa pendidikan jenjang Strata 1 hingga Strata 3, penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan kompetensi bagi pejabat fungsional seperti auditor pada tahun 2027, hingga penerapan sistem mutasi dan rotasi pegawai antardaerah sebagai bagian dari pengembangan karier.
"Kita sudah menyiapkan roadmap ke depan, mulai dari fasilitas beasiswa sekolah S-1 hingga S-3 untuk menambah angka kredit pegawai, rancangan plot diklat kompetensi pada tahun 2027 bagi semua PNS seperti auditor, serta penerapan pola mutasi dan rotasi antardaerah yang kini semakin beragam," jelasnya.
Selain peningkatan kompetensi, Ferdinand juga mengingatkan pentingnya budaya kerja yang profesional melalui penerapan open management system, sehingga setiap pegawai dapat bekerja sesuai aturan, fungsi, dan kapasitasnya masing-masing.
Pada kesempatan tersebut, ia turut menekankan pentingnya kedisiplinan pegawai, khususnya dalam mematuhi ketentuan kehadiran serta membangun lingkungan kerja yang sehat dan kondusif.
"Pastikan kantor kita sehat. Penting bagi kita untuk menjaga kesehatan mental masing-masing," tegas Ferdinand.
Di lingkungan Bawaslu Provinsi Lampung, pelantikan tersebut turut menetapkan Andre Al Rendra sebagai Analis Pengelolaan Keuangan APBN Ahli Muda, Wahyuningsih sebagai Analis Hukum Ahli Pertama, serta Incka Aprillia Widodo yang resmi dilantik sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS).
Anggota Bawaslu Provinsi Lampung, Imam Bukhori, menyampaikan bahwa pelantikan pejabat fungsional dan CPNS merupakan bagian dari penguatan kelembagaan yang akan berdampak langsung pada peningkatan kualitas pelayanan dan pelaksanaan tugas pengawasan.
"Pelantikan ini bukan sekadar pengisian jabatan, tetapi merupakan bagian dari upaya memperkuat kapasitas kelembagaan Bawaslu. Dengan hadirnya pejabat fungsional yang memiliki kompetensi sesuai bidangnya, kami berharap kualitas tata kelola organisasi, pelayanan administrasi, serta dukungan terhadap pelaksanaan pengawasan pemilu dan pemilihan dapat semakin optimal," ujar Imam Bukhori.
Sementara itu, Plt. Kepala Sekretariat Bawaslu Provinsi Lampung, Achmad Sutiono, menilai pelantikan tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat profesionalisme aparatur sipil negara di lingkungan Bawaslu Lampung.
"Dengan dilantiknya pejabat fungsional dan PNS di lingkungan Bawaslu Provinsi Lampung, kami berharap kinerja sekretariat semakin efektif dan profesional. Setiap jabatan memiliki peran strategis dalam mendukung pelaksanaan tugas pengawasan sehingga perlu diiringi dengan komitmen, integritas, serta peningkatan kapasitas secara berkelanjutan," kata Achmad Sutiono.
Editor : Mayu Shofa/Aris Munandar
Foto : Fakhmi Umar