Bawaslu Lampung Perkuat Sinergi Dengan UIN Raden Intan untuk Tingkatkan Literasi Kepemiluan
|
Bawaslu Provinsi Lampung terus memperkuat kolaborasi dengan kalangan akademisi dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan demokrasi dan kepemiluan di Provinsi Lampung. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui audiensi dengan Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung yang membahas penguatan sinergi kelembagaan sekaligus persiapan pelaksanaan Lomba Debat Hukum Tata Negara dan Kepemiluan.
Audiensi yang berlangsung di Kantor Fakultas Syariah UIN Raden Intan Lampung pada Senin (6/7) tersebut menjadi momentum untuk membangun kerja sama yang lebih erat antara Bawaslu Provinsi Lampung dan perguruan tinggi dalam mencetak generasi muda yang memiliki pemahaman mendalam mengenai demokrasi, konstitusi, serta hukum kepemiluan.
Dalam pertemuan tersebut, Kepala Bagian Penanganan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa Bawaslu Provinsi Lampung, Erwin Prima Rinaldo, menjelaskan bahwa penyelenggaraan Lomba Debat Hukum Tata Negara dan Kepemiluan merupakan salah satu program strategis Bawaslu dalam meningkatkan literasi demokrasi di kalangan mahasiswa. Kompetisi ini dirancang untuk melibatkan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Provinsi Lampung sehingga mampu menjadi ruang pertukaran gagasan sekaligus mengasah kemampuan analisis terhadap berbagai isu ketatanegaraan dan kepemiluan.
Menurut Erwin, perguruan tinggi memiliki posisi yang sangat penting dalam melahirkan generasi intelektual yang mampu memberikan kontribusi terhadap penguatan demokrasi. Oleh karena itu, Bawaslu berupaya menghadirkan kegiatan yang tidak hanya bersifat kompetitif, tetapi juga edukatif dan mampu memperkuat wawasan mahasiswa mengenai sistem pemilu yang demokratis.
Ia menjelaskan bahwa melalui lomba debat tersebut, para peserta akan didorong untuk memahami berbagai aspek hukum tata negara, regulasi kepemiluan, penyelenggaraan pemilu yang berintegritas, hingga pentingnya pengawasan partisipatif dalam menjaga kualitas demokrasi.
"Kami berharap Fakultas Syariah UIN Raden Intan Lampung dapat mengirimkan delegasi terbaiknya. Melalui kompetisi ini kami ingin melahirkan mahasiswa-mahasiswa unggul yang mampu berpikir kritis, memiliki integritas, dan menjadi duta intelektual dalam bidang hukum kepemiluan," ujar Erwin.
Lebih lanjut, Erwin menegaskan bahwa penguatan literasi kepemiluan di lingkungan kampus merupakan investasi jangka panjang dalam membangun demokrasi yang sehat. Menurutnya, mahasiswa merupakan kelompok strategis yang memiliki kemampuan berpikir kritis serta dapat menjadi agen perubahan dalam mengawal proses demokrasi di Indonesia.
Ia juga menambahkan bahwa Bawaslu terus membuka ruang kolaborasi dengan berbagai perguruan tinggi sebagai bagian dari penguatan pengawasan partisipatif. Dengan keterlibatan dunia akademik, diharapkan lahir berbagai gagasan konstruktif yang dapat mendukung penyelenggaraan pemilu yang semakin berkualitas, transparan, dan berintegritas.
Sementara itu, Dekan Fakultas Syariah UIN Raden Intan Lampung, Efa Rodiah Nur, menyampaikan apresiasi atas kunjungan Bawaslu Provinsi Lampung. Menurutnya, sinergi antara lembaga penyelenggara pemilu dengan perguruan tinggi merupakan langkah strategis dalam membangun budaya demokrasi yang sehat sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia, khususnya di kalangan mahasiswa.
Ia menilai kolaborasi tersebut tidak hanya memberikan manfaat bagi mahasiswa melalui peningkatan kompetensi akademik, tetapi juga memperkuat peran perguruan tinggi dalam mendukung kehidupan demokrasi yang lebih baik melalui kegiatan-kegiatan ilmiah.
"Kami menyambut baik audiensi ini sebagai bentuk kolaborasi yang positif. Fakultas Syariah sangat mendukung berbagai kegiatan akademik yang mampu meningkatkan kapasitas, wawasan, serta daya saing mahasiswa, terutama dalam bidang hukum tata negara dan kepemiluan," kata Efa Rodiah Nur.
Lebih lanjut, Efa menjelaskan bahwa Fakultas Syariah UIN Raden Intan Lampung selama ini memiliki komitmen kuat dalam mendorong pengembangan kompetensi mahasiswa, termasuk melalui berbagai ajang kompetisi ilmiah. Hal tersebut dibuktikan dengan sejumlah prestasi yang berhasil diraih mahasiswa Fakultas Syariah dalam berbagai kompetisi debat tingkat regional maupun nasional.
Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan bahwa mahasiswa Fakultas Syariah memiliki kemampuan akademik yang baik, pola pikir kritis, serta argumentasi hukum yang kuat dalam membahas berbagai persoalan ketatanegaraan dan hukum.
"Alhamdulillah, mahasiswa Fakultas Syariah telah berhasil meraih berbagai prestasi dalam ajang debat. Kami berharap melalui kegiatan yang diselenggarakan Bawaslu ini, kami dapat mempersiapkan mahasiswa-mahasiswa terbaik untuk kembali berkompetisi dan meraih prestasi yang lebih tinggi," tambahnya.
Melalui audiensi ini, kedua belah pihak juga berkomitmen untuk terus memperkuat kerja sama dalam berbagai kegiatan yang berkaitan dengan pendidikan demokrasi, penguatan wawasan konstitusi, serta pengembangan kapasitas mahasiswa di bidang hukum kepemiluan.
Editor : Mayu Shofa/Fakhmi Umar
Foto : Aris Munandar