Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Lampung Hadiri Muswil XXIII IPM Lampung, Dorong Pelajar Jadi Agen Demokrasi Dan Perubahan

.

Anggota Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Lampung, Gistiawan, menghadiri Musyawarah Wilayah (Muswil) XXIII Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Lampung yang digelar di lingkungan Pendidikan Muhammadiyah Lampung, Rabu (10/6).

Anggota Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Lampung, Gistiawan, menghadiri Musyawarah Wilayah (Muswil) XXIII Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Lampung yang digelar di lingkungan Pendidikan Muhammadiyah Lampung, Rabu (10/6). Kegiatan tersebut menjadi momentum penting bagi kader-kader pelajar Muhammadiyah dalam merumuskan arah organisasi sekaligus memperkuat peran generasi muda dalam pembangunan daerah.

Turut hadir Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, Staf Khusus Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal M. Khoirul Huda, Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Lampung Prof. Sudarman, serta sejumlah pimpinan organisasi kepemudaan dan pelajar di Provinsi Lampung.

Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela mengajak Ikatan Pelajar Muhammadiyah untuk menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Lampung. Menurutnya, peran pelajar sangat penting dalam mendukung berbagai program pembangunan, khususnya yang berkaitan dengan pendidikan dan upaya menekan angka putus sekolah.

Jihan menegaskan bahwa organisasi pelajar seperti IPM memiliki jaringan yang kuat hingga ke tingkat akar rumput sehingga dapat menjadi jembatan antara pemerintah dan masyarakat dalam menyosialisasikan pentingnya pendidikan.

Sementara itu, Anggota Bawaslu Provinsi Lampung Gistiawan menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Musyawarah Wilayah XXIII IPM Lampung. Menurutnya, forum musyawarah merupakan sarana penting dalam membangun kepemimpinan, memperkuat kapasitas organisasi, serta menanamkan nilai-nilai demokrasi di kalangan generasi muda.

"Atas nama Bawaslu Provinsi Lampung, saya mengucapkan selamat dan sukses atas pelaksanaan Musyawarah Wilayah XXIII Ikatan Pelajar Muhammadiyah Lampung. Musyawarah ini bukan hanya agenda organisasi, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran demokrasi bagi para pelajar untuk menyampaikan gagasan, berdiskusi, dan menentukan arah organisasi secara bersama-sama," ujar Gistiawan saat dikonfirmasi Tim Humas Bawaslu Lampung.

Ia menilai bahwa pelajar merupakan aset bangsa yang memiliki peran strategis dalam menjaga keberlangsungan demokrasi di masa depan. Oleh karena itu, organisasi pelajar harus terus didorong untuk menjadi wadah pembentukan karakter, integritas, dan kepemimpinan generasi muda.

Menurut Gistiawan, nilai-nilai yang tumbuh dalam proses musyawarah seperti keterbukaan, penghormatan terhadap perbedaan pendapat, dan pengambilan keputusan secara kolektif merupakan fondasi penting dalam kehidupan demokrasi.

"Pelajar hari ini adalah pemimpin masa depan. Karena itu, proses kaderisasi yang dilakukan melalui organisasi seperti IPM memiliki kontribusi besar dalam mencetak generasi yang berintegritas, berwawasan kebangsaan, dan memiliki kepedulian terhadap kehidupan demokrasi serta pembangunan daerah," katanya.

Lebih lanjut, Gistiawan mengajak seluruh kader IPM Lampung untuk terus menjadi pelopor dalam menyebarkan nilai-nilai positif di lingkungan sekolah maupun masyarakat. Ia berharap para pelajar mampu mengambil peran sebagai agen perubahan yang aktif, kritis, dan konstruktif dalam menghadapi berbagai tantangan zaman.

"Saya berharap kader-kader IPM Lampung dapat terus menjadi agen perubahan yang membawa semangat kemajuan, menjaga nilai-nilai kejujuran, serta menjadi teladan di lingkungan masing-masing. Generasi muda harus mampu menghadirkan solusi dan inovasi bagi kemajuan daerah maupun bangsa," tegasnya.

.
.
.
.
.
.

Editor : Mayu Shofa/Aris Munandar
Foto : Fakhmi Umar

Tag
Berita
toast

Media Sosial

news

Lokasi Bawaslu Provinsi

tanya

Konsultasi
Hukum Kepemiluan

Tanyakan right-circle
tanya

Konsultasi
Hukum Kepemiluan

Tanyakan right-circle