Lompat ke isi utama

Berita

Wujudkan Pilkada Sehat, Bawaslu Lampung Ajak Mahasiswa Jadi Pengawas Partisipatif

Wujudkan Pilkada Sehat, Bawaslu Lampung Ajak Mahasiswa Jadi Pengawas Partisipatif

Ketua Bawaslu Provinsi Lampung, Iskardo P. Panggar Ajak Mahasiswa Jadi Pengawas Partisipatif dalam seminar "Pilkada Sehat" yang diselenggarakan oleh BEM Fakultas Hukum Universitas Bandar Lampung (UBL) di Bandar Lampung, Senin (9/9).

Ketua Bawaslu Provinsi Lampung, Iskardo P. Panggar menekankan pentingnya penguatan demokrasi dan pengawasan dalam pelaksanaan Pilkada serentak 2024 untuk memastikan Pilkada berlangsung jujur, adil, dan bebas dari pelanggaran. Hal itu ia sampaikan dalam seminar "Pilkada Sehat" yang diselenggarakan oleh BEM Fakultas Hukum Universitas Bandar Lampung (UBL) di Bandar Lampung, Senin (9/9).

Iskardo menjelaskan bahwa suara rakyat adalah elemen penting dalam sistem demokrasi. "Suara rakyat bukan hanya hak, tetapi juga bentuk kontrol sosial terhadap jalannya pemerintahan, yang berfungsi untuk menjaga kebersihan pemerintahan," ungkapnya.

Menurutnya, Dalam konteks Pilkada 2024, Bawaslu memiliki pola kerja yang terdiri dari pengawasan, pencegahan, dan penindakan pelanggaran, di mana penindakan akan menjadi langkah terakhir dalam proses penegakan hukum pemilu.

Ia menuturkan Bawaslu Provinsi Lampung telah menyiapkan total 3.586 personil pengawas, mulai dari tingkat provinsi hingga desa, untuk mengawasi jalannya Pilkada serentak di seluruh wilayah Lampung. Dalam upaya memperkuat pengawasan, Bawaslu juga mengajak masyarakat, terutama kalangan pemuda, untuk aktif berpartisipasi. "Peran pemuda sangat strategis, mereka memiliki semangat dan keberanian yang dibutuhkan untuk mendeteksi dini pelanggaran pemilu," tegas Iskardo.

Melalui program pengawasan partisipatif, lanjut Iskardo, Bawaslu mengadakan berbagai kegiatan, seperti sosialisasi, pendidikan pengawasan partisipatif, dan forum warga. Kolaborasi dengan perguruan tinggi dan media massa juga terus ditingkatkan untuk memperluas jangkauan informasi dan mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya keterlibatan dalam pengawasan pemilu.

Iskardo juga menyoroti urgensi keterlibatan pemuda dalam Pilkada 2024. Dengan persentase pemilih muda yang mencapai 56,45%, pemuda memiliki potensi besar sebagai penentu hasil Pilkada. Namun, ancaman golput di kalangan pemilih muda tetap menjadi perhatian, terutama karena kurangnya kesadaran politik, informasi yang tidak memadai, dan tekanan dari kelompok sebaya.

"Bawaslu mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya generasi muda, untuk tidak hanya menggunakan hak pilihnya, tetapi juga terlibat aktif dalam mengawasi proses Pilkada. Bersama rakyat, Bawaslu akan menegakkan keadilan pemilu dan memastikan Pilkada berjalan dengan Luber dan Jurdil," tutup Iskardo.

Untuk diketahui, Kegiatan Seminar Pilkada Sehata Turut di Hadiri Ketua Bawaslu Provinsi Lampung Iskardo P. Panggar, Ketua KPU Provinsi Lampung Erwan Bustami, Koodinator Asisten Tindak Pidana Umum Kejati Lampung Evarin Iswindyarti, Di Reskrim Um Polda Lampung AKBP Hamid Andri Soemantri, Akademisi UBL Rifandi Ritonga.

Editor : Aris Munandar
Foto : Aris Munandar

toast

Media Sosial

news

Lokasi Bawaslu Provinsi

tanya

Konsultasi
Hukum Kepemiluan

Tanyakan right-circle
tanya

Konsultasi
Hukum Kepemiluan

Tanyakan right-circle