Lompat ke isi utama

Berita

Upaya Bawaslu Lampung Meningkatkan Kesadaran Demokrasi Melalui Literasi Digital dan Cetak

1

Mahasiswa Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung mengunjungi Nuwa Baca Zainal Abidin Pagar Alam.

Integrasi data pengawasan pemilu ke dalam fasilitas publik menjadi metode baru Bawaslu Provinsi Lampung dalam menjangkau pemilih pemula. Mahasiswa Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung mengunjungi Nuwa Baca Zainal Abidin Pagar Alam pada Jumat (13/02) untuk mendalami materi pengawasan partisipatif.

Pojok Literasi Pengawasan merupakan pusat informasi yang lahir dari sinergi antara Bawaslu Provinsi Lampung dan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Provinsi Lampung. Kerja sama resmi ini dimulai pada 12 Juli 2024. Ruang ini menyimpan berbagai arsip penting mulai dari dokumentasi cetak hingga fail digital yang mencatat perjalanan pengawasan pemilu di wilayah tersebut.

Publikasi yang disajikan meliputi laporan hasil pengawasan serta berbagai kajian hukum yang telah diterbitkan. Mahasiswa dapat memanfaatkan dokumen ini sebagai rujukan primer dalam pengembangan wawasan politik dan tugas akademik. Data tersebut disusun secara sistematis agar masyarakat umum dapat memahami alur kerja pengawasan dengan lebih mudah.

Fasilitas di Nuwa Baca Zainal Abidin Pagar Alam mendukung penuh kegiatan riset ini. Perpustakaan menyediakan ruang baca umum yang nyaman serta ruang konten khusus Lampung. Pengunjung memiliki akses ke 3.500 buku fisik dan koleksi buku digital melalui aplikasi terintegrasi. Ketersediaan koneksi internet gratis membantu pengunjung dalam mencari referensi hukum tambahan secara daring.

Ketua Bawaslu Provinsi Lampung. Iskardo P. Panggar. menekankan bahwa pengawasan pemilu merupakan beban moral yang harus dipikul bersama oleh elemen bangsa. Ia menganggap bahwa pemahaman yang matang terhadap aturan main pemilu merupakan modal dasar bagi terciptanya keadilan dalam kompetisi politik.

Iskardo P. Panggar menjelaskan bahwa literasi pengawasan harus terus menyasar kalangan mahasiswa karena posisi strategis mereka dalam masyarakat. Menurutnya. kehadiran pojok literasi di perpustakaan adalah langkah nyata dalam membawa transparansi informasi pemilu ke ruang publik. Beliau juga menegaskan bahwa penyediaan sarana edukasi ini bertujuan membentuk kesadaran warga mengenai pentingnya menjaga suara dalam pemilu.

Upaya ini mencerminkan dedikasi Bawaslu dalam membina partisipasi publik yang berkualitas. Dengan menguasai informasi mengenai potensi pelanggaran dan mekanisme pelaporan. warga diharapkan tidak lagi menjadi penonton pasif. Fokus utama program ini adalah menciptakan masyarakat yang cerdas secara hukum guna menjamin integritas demokrasi di masa depan.

Editor : Mayu Shofa/Fakhmi Umar
Foto : Aris Munandar

Tag
Berita
toast

Media Sosial

news

Lokasi Bawaslu Provinsi

tanya

Konsultasi
Hukum Kepemiluan

Tanyakan right-circle
tanya

Konsultasi
Hukum Kepemiluan

Tanyakan right-circle