Totok Tegaskan Peran Strategis Panwascam Dalam PSU Pesawaran 2025
|
Anggota Bawaslu RI Totok Hariyono mengingatkan Dalam mengawasi pelaksanaan Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Pesawaran tahun 2025, menekankan pentingnya netralitas dan integritas seluruh pengawas pemilu di semua tingkatan. “Ujung tombak pengawasan ada di Panwaslucam. Saya selalu sampaikan bahwa Panwaslucam itu adalah jembatan emas. Jika jembatan ini lemah, maka bangunannya akan runtuh,†ujarnya saat memberikan Arahan jajaran Panwaslucam Kabupaten Pesawaran di Kantor Sekretariat Bawaslu Kabupaten Pesawaran, Jumat (16/05).
Anggota Bawaslu RI Totok Hariyono mengingatkan Dalam mengawasi pelaksanaan Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Pesawaran tahun 2025, menekankan pentingnya netralitas dan integritas seluruh pengawas pemilu di semua tingkatan. “Ujung tombak pengawasan ada di Panwaslucam. Saya selalu sampaikan bahwa Panwaslucam itu adalah jembatan emas. Jika jembatan ini lemah, maka bangunannya akan runtuh,†ujarnya saat memberikan Arahan jajaran Panwaslucam Kabupaten Pesawaran di Kantor Sekretariat Bawaslu Kabupaten Pesawaran, Jumat (16/05).
Ia juga menyampaikan bahwa PSU memiliki tingkat kerawanan yang tinggi karena dilaksanakan pasca sengketa atau putusan Mahkamah Konstitusi. Oleh karena itu, penting dilakukan pemetaan terhadap potensi kerawanan seperti politik uang, Mobilisasi pemiilih yang tidak memiliki hak pilih, dan intervensi pihak tertentu.
Ia mengimbau saat pengawasan dilakukan secara melekat di setiap tahapan PSU. Mulai dari distribusi logistik, pembentukan KPPS, hingga hari pemungutan dan rekapitulasi suara. “Kalau daftar hadir saja tidak sesuai, bisa jadi PSU. Kemudian, PTPS harus paham betul soal C.Pemberitahuan dan DPT. Semua berawal dari bawah,†tegas Totok.
Tak hanya itu, koordinasi lintas lembaga seperti dengan KPU, aparat keamanan, dan pemerintah daerah juga harus diperkuat guna mengantisipasi potensi gangguan. Penanganan pelanggaran, terutama yang berpotensi pidana seperti politik uang, juga ditekankan agar ditangani cepat, tepat, dan sesuai prosedur. Ia juga meminta Sentra Gakkumdu Lampung untuk bersiaga secara aktif.
Selain itu dalam Pengawasan PSU, menurut Totok, harus didokumentasikan secara menyeluruh dan dilaporkan secara terbuka. "Ini merupakan bentuk akuntabilitas publik terhadap kerja pengawasan pemilu," Tambahnya.
Ia juga mendorong penguatan peran pengawas partisipatif, termasuk masyarakat dan pemantau independen, untuk turut serta dalam memastikan PSU berlangsung transparan.
Terkahir, Ia menegaskan bahwa menjadi pengawas pemilu bukanlah pekerjaan biasa, melainkan amanah dan takdir. “Di antara puluhan ribu orang, hanya tiga yang dipilih di setiap kecamatan menjadi panwascam. Itu bukan kebetulan, itu kehendak Tuhan,†Pungkasnya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua dan Anggota Bawaslu Provinsi Lampung Iskardo P. Panggar, Suheri, Imam Bukhori, Tamri, Gistiawan, Hamid Badrul Munir, dan Ahmad Qohar beserta Ketua dan Anggota Bawaslu Kabupaten Pesawaran beserta Panwaslucam Se-Kabupaten Pesawaran.
Editor : Aris Munandar
Foto : Aris Munandar
