Strategi Bawaslu Lampung Memperluas Jangkauan Edukasi Melalui Pojok Literasi Pengawasan
|
Bandar Lampung, Pola komunikasi publik dalam pengawasan pemilu kini bergeser ke arah edukasi berbasis data yang tersedia di ruang umum. Sejumlah mahasiswa Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung mengunjungi Pojok Literasi Pengawasan di Nuwa Baca Zainal Abidin Pagar Alam pada Senin (16/02). Kehadiran mereka di lokasi tersebut bertujuan untuk membedah beragam arsip dan dokumen hasil kerja pengawasan yang disediakan secara terbuka.
Fasilitas edukasi ini merupakan wujud konkret kemitraan antara Bawaslu Provinsi Lampung dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Provinsi Lampung yang telah disepakati sejak 12 Juli 2024. Melalui kolaborasi ini. Bawaslu mendapatkan otoritas khusus untuk memajang dokumentasi hasil pengawasan dalam bentuk buku cetak dan fail digital. Kehadiran pojok ini dimaksudkan agar masyarakat dapat mengakses informasi mengenai pengawalan demokrasi dengan lebih santai namun tetap berbobot.
Di area tersebut. para mahasiswa dapat menemukan berbagai jenis publikasi yang meliputi laporan hasil pengawasan serta produk hukum yang dihasilkan Bawaslu. Materi tersebut dikemas sedemikian rupa agar relevan dengan kebutuhan akademik dan bisa menjadi bahan diskusi yang substantif di lingkungan universitas. Dokumentasi ini memberikan gambaran nyata mengenai bagaimana regulasi pemilu diterapkan di lapangan.
Nuwa Baca Zainal Abidin Pagar Alam menunjang aktivitas intelektual ini dengan penyediaan ruang baca umum. ruang layanan. hingga ruang konten Lampung yang representatif. Koleksi perpustakaan ini mencapai lebih dari 3.500 buku fisik serta ribuan e-book yang dapat diakses secara cepat melalui sistem barcode. Dukungan fasilitas WiFi gratis di seluruh area perpustakaan memungkinkan para mahasiswa untuk memverifikasi data literasi dengan informasi yang tersedia di internet secara langsung.
Ketua Bawaslu Provinsi Lampung. Iskardo P. Panggar. menyampaikan bahwa pemahaman masyarakat adalah kunci utama dalam keberhasilan pengawasan pemilu. Menurut beliau. pengawasan yang efektif memerlukan partisipasi aktif dari seluruh elemen warga agar integritas demokrasi tetap terjaga. Pengetahuan mengenai aturan hukum menjadi dasar bagi masyarakat untuk bertindak sebagai pengawas independen.
Iskardo P. Panggar menjelaskan bahwa literasi pengawasan perlu terus diperluas kepada mahasiswa karena mereka adalah penggerak perubahan yang memiliki posisi strategis. Beliau menilai keberadaan pojok literasi di perpustakaan sebagai langkah untuk membawa isu pengawasan pemilu ke ruang lingkup masyarakat yang lebih luas. Ia menekankan bahwa penyediaan akses informasi ini adalah bagian dari komitmen untuk membangun kesadaran kolektif mengenai pentingnya pengawasan partisipatif.
Melalui program ini. Bawaslu Provinsi Lampung berupaya menciptakan masyarakat yang berdaya secara informasi. Warga diharapkan tidak hanya memahami hak pilihnya. tetapi juga mengerti mekanisme dan potensi pelanggaran yang mungkin terjadi dalam tahapan pemilu. Strategi ini diharapkan mampu memperkuat fungsi pengawasan masyarakat sipil demi tercapainya proses demokrasi yang lebih berkualitas.
Editor : Mayu Shofa/Fakhmi Umar
Foto : Aris Munandar