Lompat ke isi utama

Berita

Perkuat Pengawasan Partisipatif, Bawaslu Lampung Ikuti Persiapan P2P Dan Optimalisasi Data Triwulan I 2026

.

Anggota Bawaslu Provinsi Lampung, Hamid Badrul Munir, mengikuti kegiatan Persiapan Pelaksanaan Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) dan Optimalisasi Data Kedivisian Triwulan I Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Bawaslu RI secara daring melalui Zoom Meeting, Selasa (7/4). 

Anggota Bawaslu Provinsi Lampung, Hamid Badrul Munir, mengikuti kegiatan Persiapan Pelaksanaan Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) dan Optimalisasi Data Kedivisian Triwulan I Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Bawaslu RI secara daring melalui Zoom Meeting, Selasa (7/4). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya konsolidasi nasional dalam memperkuat kualitas pengawasan partisipatif serta optimalisasi pengelolaan data pengawasan di lingkungan Bawaslu, baik di tingkat pusat, provinsi, maupun kabupaten/kota.

Anggota Bawaslu RI, Lolly Suhenty, yang menyampaikan sejumlah arahan strategis terkait penguatan implementasi Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P). Dalam paparannya, Lolly menegaskan bahwa pelaksanaan P2P ke depan tidak boleh hanya berorientasi pada pemenuhan aspek administratif atau formalitas semata. P2P diharapkan mampu menghadirkan nilai substansi yang kuat, memberikan dampak nyata di masyarakat, serta mendorong keterlibatan publik secara aktif dalam proses pengawasan pemilu.

Menurutnya, pengawasan partisipatif merupakan salah satu instrumen penting dalam memperkuat kualitas demokrasi. Oleh karena itu, setiap kegiatan P2P harus dirancang secara terarah, relevan dengan kebutuhan masyarakat, serta mampu membangun kesadaran kolektif tentang pentingnya pengawasan pemilu yang berintegritas. Melalui pendekatan yang lebih substantif, P2P diharapkan mampu melahirkan masyarakat yang tidak hanya memahami hak pilihnya, tetapi juga berperan aktif dalam menjaga proses demokrasi berjalan sesuai dengan prinsip keadilan dan transparansi.

Selain itu, dalam rangka menjawab ekspektasi publik yang semakin tinggi terhadap kinerja Bawaslu, direncanakan pelaksanaan kegiatan Training of Trainers (TOT) sebagai ruang brainstorming dan penguatan kapasitas sumber daya pengawasan. TOT diharapkan mampu menyamakan persepsi, meningkatkan kompetensi, serta merumuskan strategi yang lebih adaptif dan inovatif dalam pelaksanaan pengawasan partisipatif. Dengan adanya TOT, diharapkan lahir agen-agen pengawasan yang tidak hanya memahami tugas dan fungsi kelembagaan, tetapi juga mampu mengembangkan metode pendekatan yang efektif dan kontekstual di lapangan.

Pembahasan selanjutnya juga menyoroti pentingnya pemanfaatan media pengawasan Bawaslu sebagai sarana untuk menjaga konsistensi kinerja serta membangun dan mempertahankan kepercayaan publik. Optimalisasi media pengawasan menjadi bagian penting dalam memastikan informasi terkait proses pengawasan dapat diakses secara transparan dan akuntabel. Dalam hal ini, konsolidasi pengelolaan data pengawasan menjadi hal yang sangat krusial dan harus dilakukan secara disiplin, sistematis, serta berkelanjutan. Pengelolaan data yang baik diyakini akan memperkuat legitimasi hasil pengawasan sekaligus menjadi dasar dalam pengambilan kebijakan strategis di masa mendatang.

Partisipasi Bawaslu Provinsi Lampung dalam kegiatan ini menunjukkan komitmen untuk terus meningkatkan kualitas pengawasan melalui penguatan kapasitas kelembagaan, pengembangan strategi partisipatif, serta optimalisasi pemanfaatan data pengawasan. Langkah ini sejalan dengan upaya Bawaslu dalam menjaga integritas proses demokrasi serta memastikan setiap tahapan pemilu berjalan sesuai dengan prinsip jujur, adil, dan transparan.

Hamid Badrul Munir menyampaikan bahwa penguatan Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) merupakan langkah strategis dalam membangun kesadaran kolektif masyarakat terhadap pentingnya pengawasan pemilu.

“P2P bukan sekadar kegiatan seremonial atau pemenuhan administrasi, tetapi harus mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Kami memandang bahwa partisipasi publik merupakan kunci dalam mewujudkan pengawasan pemilu yang berintegritas. Oleh karena itu, Bawaslu Lampung berkomitmen untuk terus memperkuat strategi pengawasan partisipatif melalui pendekatan yang lebih substantif, kolaboratif, dan adaptif,” ujar HBM.

Ia juga menegaskan pentingnya optimalisasi data pengawasan sebagai dasar dalam menjaga konsistensi kinerja serta meningkatkan kepercayaan publik terhadap Bawaslu.

“Pengelolaan data pengawasan yang baik akan menjadi fondasi dalam memperkuat legitimasi hasil pengawasan. Data yang dikelola secara sistematis dan berkelanjutan akan membantu memastikan setiap proses pengawasan berjalan lebih akuntabel, transparan, serta dapat dipertanggungjawabkan,” tambahnya.

.
.

Editor : Mayu Shofa/Fakhmi Umar
Foto : Aris Munandar

toast

Media Sosial

news

Lokasi Bawaslu Provinsi

tanya

Konsultasi
Hukum Kepemiluan

Tanyakan right-circle
tanya

Konsultasi
Hukum Kepemiluan

Tanyakan right-circle