Pelantikan KAMMI Lampung Jadi Ruang Kolaborasi Bawaslu dengan Organisasi Mahasiswa
|
Sinergi antara organisasi kepemudaan dan lembaga negara menjadi sorotan utama dalam pelantikan Pengurus Wilayah Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Lampung periode 2026-2028. Acara tersebut berlangsung di Balai Keratun, Bandar Lampung, pada Minggu (08/02). Pertemuan ini dihadiri oleh jajaran Forkopimda, perwakilan Pemerintah Provinsi Lampung, serta pimpinan lembaga penyelenggara pemilu.
Kepala Bagian Hukum, Humas, dan Data Informasi Bawaslu Provinsi Lampung, Achmad Sutiono, memberikan perhatian khusus pada peran mahasiswa dalam sistem demokrasi. Beliau menyatakan bahwa pemuda menempati posisi sentral dalam menjaga kualitas pemilu yang bersih. Bawaslu Lampung membuka peluang kerja sama seluas-luasnya dengan organisasi mahasiswa untuk memperkuat pengawasan partisipatif. Achmad Sutiono menekankan bahwa keterlibatan aktif pemuda akan membantu terciptanya budaya demokrasi yang jujur dan berintegritas.
Staf Ahli Gubernur Lampung Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Ahmad Saifullah, menjelaskan bahwa pemerintah daerah menghargai peran mahasiswa sebagai mitra dialog. Beliau menyampaikan bahwa kepengurusan yang baru harus mampu menjaga kekompakan internal agar dapat berkontribusi nyata bagi masyarakat. Ahmad Saifullah memandang mahasiswa sebagai arsitek yang merancang arah masa depan bangsa melalui berbagai gagasan strategis.
Ketua Pengurus Wilayah KAMMI Lampung, Muhammad Danil, mengungkapkan bahwa perjalanan menuju pelantikan ini melibatkan banyak diskusi dan dinamika organisasi. Beliau menilai proses tersebut merupakan bentuk penguatan karakter bagi seluruh pengurus. Muhammad Danil berkomitmen untuk menjadikan perguruan tinggi di seluruh Lampung sebagai basis pengembangan kapasitas mahasiswa. Beliau menegaskan bahwa kader organisasi memiliki tanggung jawab untuk menjadi motor penggerak perubahan di tengah masyarakat.
Ketua Umum Pengurus Pusat KAMMI, Ahmad Jundi, menyoroti aspek kepemimpinan di kalangan akademisi. Beliau mengakui bahwa populasi mahasiswa yang aktif dalam organisasi memang tidak dominan secara jumlah. Namun, Ahmad Jundi meyakini bahwa kelompok kecil yang terorganisir memiliki kekuatan besar melalui ide dan kapasitas intelektual. Beliau menuntut konsistensi dalam pembinaan anggota agar regenerasi kepemimpinan terus berjalan dengan kualitas yang mumpuni.
Dukungan terhadap kepengurusan baru juga datang dari kalangan legislatif. Anggota DPR RI Dapil Lampung I, Al Muzammil Yusuf, menyatakan bahwa sejarah telah membuktikan efektivitas gerakan mahasiswa dalam membawa perubahan nasional. Beliau mendorong para pemuda di Lampung untuk terus memproduksi gagasan yang berani dan inovatif. Al Muzammil Yusuf menilai bahwa keberanian dalam menyampaikan pemikiran adalah aset penting bagi kemajuan daerah.
Perwakilan alumni, Beny Sanjaya, menyampaikan harapan agar pengurus periode ini memiliki sifat adaptif terhadap perkembangan teknologi dan sosial. Beliau memastikan bahwa keluarga besar alumni akan terus memberikan pendampingan dalam menghadapi tantangan zaman. Beny Sanjaya menekankan bahwa manfaat organisasi harus dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat luas.
Editor : Mayu Shofa/Fakhmi Umar
Foto : Aris Munandar