Nilai Ramadan Menjadi Landasan Penguatan Kelembagaan Bawaslu Provinsi Lampung
|
Pemanfaatan media digital menjadi strategi Badan Pengawas Pemilihan Umum Provinsi Lampung dalam melakukan edukasi publik di luar tahapan pemilu. Lembaga ini melaksanakan agenda Ngabuburit Pengawasan secara virtual pada Rabu (25/02). Pertemuan tersebut bertujuan untuk mengintegrasikan nilai religius ke dalam praktik pengawasan partisipatif.
Anggota Bawaslu Provinsi Lampung Hamid Badrul Munir memberikan penjelasan mengenai alasan pemilihan metode tersebut. Ia menyampaikan bahwa pendekatan keagamaan merupakan cara efektif untuk menyentuh kesadaran masyarakat. Melalui nuansa Ramadan. Pesan mengenai pentingnya menjaga integritas demokrasi diharapkan dapat lebih mudah dipahami oleh berbagai lapisan warga.
HBM juga menekankan bahwa penguatan kelembagaan menjadi agenda prioritas saat ini. Bawaslu Lampung menempatkan masyarakat sebagai fondasi utama dalam sistem pengawasan. Partisipasi aktif dari publik diperlukan untuk memastikan setiap tahapan demokrasi di masa depan dapat berjalan dengan adil.
Sesi diskusi kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi dari sisi spiritual oleh Anggota Bawaslu Lampung Imam Bukhori. Dalam pemaparannya. Imam mengutip hadis Nabi Muhammad untuk memotivasi peserta dalam menjalankan amanah. Ia memandang bulan puasa sebagai ruang pembelajaran untuk memperbaiki kualitas kerja dan tanggung jawab personal.
Aspek integritas menjadi bahasan utama dalam kultum tersebut. Imam mendefinisikan integritas sebagai kesesuaian antara ucapan dengan tindakan nyata. Para pengawas pemilu diminta untuk menjadikan nilai kejujuran sebagai pegangan moral saat menjalankan tugas di lapangan. Keadilan harus tetap menjadi prinsip dasar dalam mengawal proses demokrasi agar tetap terpercaya.
Kegiatan ini tidak terbatas bagi peserta di dalam ruang Zoom Meeting saja. Bawaslu Provinsi Lampung menyiarkan seluruh rangkaian acara melalui kanal YouTube resmi mereka. Langkah ini diambil agar pesan mengenai penguatan lembaga dan ajakan pengawasan mandiri dapat diakses oleh masyarakat Lampung secara lebih luas.
Editor : Mayu Shofa/Fakhmi Umar
Foto : Aris Munandar