Lompat ke isi utama

Berita

Mahasiswa UIN dan UNILA Diskusikan Tantangan Demokrasi Digital di Bawaslu

1

Kelompok intelektual muda dari Universitas Lampung dan Universitas Islam Negeri melakukan kunjungan ke Kantor Badan Pengawas Pemilihan Umum Provinsi Lampung.

Kelompok intelektual muda dari Universitas Lampung dan Universitas Islam Negeri melakukan kunjungan ke Kantor Badan Pengawas Pemilihan Umum Provinsi Lampung. Pertemuan ini bertujuan untuk memetakan peran strategis mahasiswa dalam mengawal integritas demokrasi melalui jalur pengawasan partisipatif. Diskusi tersebut menitikberatkan pada kesiapan generasi muda dalam menghadapi dinamika politik.

Mahasiswa memberikan sorotan tajam pada tantangan demokrasi di ruang digital. Mereka memaparkan kekhawatiran terkait penyebaran informasi palsu serta praktik politik uang yang masih sering terjadi. Selain itu. Isu netralitas penyelenggara pemilu dan aparatur negara menjadi materi diskusi yang disampaikan secara langsung kepada pihak pengawas.

Anggota Bawaslu Provinsi Lampung, Hamid Badrul Munir menjelaskan bahwa sistem demokrasi membutuhkan pengawalan dari masyarakat untuk mencapai hasil yang jujur. Beliau memandang literasi pengawasan sebagai kebutuhan mendasar bagi mahasiswa. Keterlibatan aktif mahasiswa dipandang sebagai langkah preventif dalam menekan angka pelanggaran di setiap tahapan pemilihan.

Mahasiswa memiliki posisi strategis sebagai kelompok intelektual dan agen perubahan. Literasi pengawasan partisipatif perlu terus ditingkatkan agar mahasiswa tidak hanya menjadi pemilih yang cerdas. Mahasiswa diharapkan menjadi pengawas yang kritis dan berintegritas. Tutur HBM saat memberikan keterangan kepada Tim Humas Bawaslu Lampung.

HBM menilai bahwa perkembangan teknologi informasi membuka ruang luas bagi masyarakat untuk berpartisipasi. Beliau menegaskan bahwa pengawasan partisipatif merupakan instrumen penting untuk meminimalisir potensi pelanggaran. Kerja sama antara lembaga pengawas dan mahasiswa dianggap mampu memperkuat jangkauan pengawasan yang tidak bisa dilakukan sendiri oleh Bawaslu.

Bawaslu tidak bisa bekerja sendiri. Kami membutuhkan kolaborasi dengan seluruh elemen masyarakat termasuk mahasiswa. Partisipasi aktif mereka dalam melaporkan dugaan pelanggaran. Menyebarkan edukasi kepemiluan. Serta menangkal hoaks akan sangat membantu dalam mewujudkan pemilu yang jujur dan adil. Jelas HBM..

Pihak Bawaslu Lampung juga mendorong terciptanya lingkungan demokrasi yang beretika melalui peran aktif mahasiswa di kampus. Mahasiswa diminta untuk menjadi pelopor dalam menyebarkan nilai demokrasi yang sehat kepada masyarakat luas. Tugas mahasiswa mencakup edukasi berkelanjutan agar masyarakat memiliki kesadaran hukum dalam menggunakan hak pilih mereka. Fokus utama dari kegiatan ini adalah membangun kesadaran kolektif demi terciptanya proses pemilihan yang berkualitas.

Editor : Mayu Shofa/Fakhmi Umar
Foto : Aris Munandar

Tag
Berita
toast

Media Sosial

news

Lokasi Bawaslu Provinsi

tanya

Konsultasi
Hukum Kepemiluan

Tanyakan right-circle
tanya

Konsultasi
Hukum Kepemiluan

Tanyakan right-circle