[[Konferensi Pers]] Bawaslu Lampung Fokus Pada Pencegahan Pelanggaran dengan Program Pengawasan Partisipatif
|
Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Lampung, Iskardo P. Panggar, saat menjadi narasumber podcast Mitra TV, Jumat (19/07).
Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Lampung, Iskardo P. Panggar, mengibaratkan kompetisi Pemilihan Umum (Pemilu) seperti pertandingan sepak bola, di mana terdapat penyelenggara, penonton, pemain, dan wasit. Menurutnya, Bawaslu berperan sebagai wasit yang mengawasi jalannya pertandingan dalam setiap tahapan Pemilu.
“Dalam menjalankan tugasnya, Bawaslu memastikan bahwa proses Pemilu berjalan sesuai aturan dan mencegah terjadinya pelanggaran,†jelas Iskardo saat menjadi narasumber podcast Mitra TV, Jumat (19/07).
Dalam tahapan Coklit (Pencocokan dan Penelitian), Iskardo menjelaskan bahwa Bawaslu telah membuka posko pengaduan di tingkat desa. “Masyarakat yang memenuhi syarat namun belum tercatat dalam daftar pemilih dapat melaporkan situasinya ke posko pengaduan tersebut. Langkah ini diambil untuk memastikan semua warga yang berhak memilih terdaftar dengan benar,†ungakpnya
Kemudian, Bawaslu Lampung juga mengidentifikasi tiga masalah utama dalam Pemilu yang sering kali menjadi sumber pelanggaran: politik uang, intimidasi, dan ujaran kebencian.
“Ketiga masalah ini dianggap sebagai tantangan terbesar yang dihadapi dalam menjaga integritas Pemilu. Oleh karena itu, Bawaslu terus berupaya melakukan pengawasan ketat untuk mencegah terjadinya pelanggaran-pelanggaran ini,†Tambah Iskardo.
Bawaslu Lampung juga telah menyusun peta kerawanan untuk Pilkada serentak. Pemetaan ini menjadi modal penting bagi Bawaslu dalam menghadapi Pilkada, sehingga potensi-potensi pelanggaran yang sudah diidentifikasi dapat dicegah.
“Kerawanan ini menjadi acuan kami dalam mengambil langkah-langkah pencegahan agar pelanggaran yang tidak diinginkan tidak terjadi,†ujar Iskardo.
Bawaslu Lampung meluncurkan program Kampung Pengawasan Partisipatif yang tersebar di seluruh kabupaten/kota se-Provinsi Lampung. Program ini melibatkan masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam pengawasan Pemilu. Melalui deklarasi dan komitmen bersama, masyarakat diajak untuk memberikan edukasi mengenai persiapan Pilkada, sehingga mereka dapat lebih memahami proses dan pentingnya menjaga integritas Pemilu.
Dalam upaya meminimalisir pelanggaran, Bawaslu mengimbau kepada partai politik untuk mematuhi aturan yang ada dan meminta Aparatur Sipil Negara (ASN) menjaga netralitas mereka.
“Kami berharap semua pihak dapat bekerja sama agar Pilkada serentak ini berjalan lancar, baik, dan tanpa pelanggaran,†tegas Iskardo.
Selain itu, Bawaslu Lampung juga aktif memberikan edukasi politik dengan bekerja sama dengan universitas dan berbagai organisasi masyarakat. Iskardo menekankan pentingnya partisipasi mahasiswa dan masyarakat dalam menjaga demokrasi.
“Kami berharap mahasiswa dan masyarakat tidak apatis terhadap politik, tetapi ikut serta dalam menjaga rangkaian demokrasi dengan menyampaikan apa yang tidak boleh dan diperbolehkan dalam Pemilu,†tutupnya.
Dengan berbagai langkah strategis yang diambil, Bawaslu Lampung berkomitmen untuk memastikan bahwa Pilkada serentak dapat berjalan dengan adil dan transparan. Pengawasan ketat, edukasi, serta partisipasi aktif dari masyarakat diharapkan dapat mewujudkan Pemilu yang bersih dan demokratis.
Editor : Aris Munandar
Foto : Aris Munandar
