Hamid Badrul Munir Tekankan Peran Strategis Mahasiswa dalam Demokrasi
|
Bandar Lampung. Selasa (24/02). Kantor Badan Pengawas Pemilihan Umum Provinsi Lampung menjadi ruang dialog bagi mahasiswa Universitas Islam Negeri dan Universitas Lampung. Pertemuan ini bertujuan untuk menggali potensi mahasiswa sebagai penggerak utama dalam pengawasan partisipatif. Pihak Bawaslu menempatkan literasi pengawasan sebagai fondasi penting bagi pemilih muda dalam menjaga kualitas demokrasi.
Sejumlah gagasan mengenai pengawasan di era digital muncul dalam diskusi tersebut. Mahasiswa membedah fenomena disinformasi yang mengancam integritas proses pemilihan. Topik mengenai politik uang serta netralitas aparatur negara juga menjadi bagian dari kritik yang disampaikan oleh peserta. Mereka menuntut adanya transparansi serta ketegasan dalam penanganan setiap potensi pelanggaran.
Anggota Bawaslu Provinsi Lampung, Hamid Badrul Munir menyatakan bahwa kesadaran masyarakat merupakan pilar utama kesehatan demokrasi. Beliau memandang mahasiswa sebagai kekuatan intelektual yang mampu melakukan pengawasan secara mandiri. Peningkatan kapasitas literasi diharapkan dapat mengubah pola pikir mahasiswa dari sekadar pemilih menjadi pengawas yang aktif.
Mahasiswa memiliki posisi strategis sebagai kelompok intelektual dan agen perubahan. Literasi pengawasan partisipatif perlu terus ditingkatkan agar mahasiswa tidak hanya menjadi pemilih yang cerdas. Mahasiswa harus menjadi pengawas yang kritis dan berintegritas. Terang HBM dalam sesi konfirmasi dengan Tim Humas Bawaslu Lampung.
HBM menjelaskan bahwa perkembangan teknologi memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk memantau jalannya pemilu. Pengawasan partisipatif dianggap sebagai cara paling efektif untuk mencegah kecurangan sejak dini. Beliau menekankan bahwa kolaborasi dengan berbagai elemen masyarakat bersifat wajib karena keterbatasan ruang gerak lembaga pengawas secara formal.
Bawaslu tidak bisa bekerja sendiri. Kami membutuhkan kolaborasi dengan seluruh elemen masyarakat termasuk mahasiswa. Partisipasi aktif mereka dalam melaporkan dugaan pelanggaran. Menyebarkan edukasi kepemiluan. Serta menangkal hoaks akan sangat membantu dalam mewujudkan pemilu yang jujur dan adil. Tambah HBM.
Bawaslu Lampung mengajak mahasiswa untuk memelopori terbentuknya budaya politik yang menjunjung tinggi etika. Peran mahasiswa mencakup penyebaran nilai demokrasi di lingkungan kampus serta tempat tinggal mereka. Pengawasan partisipatif bukan hanya tentang teknis pelaporan. Hal tersebut berkaitan erat dengan tanggung jawab moral dalam menciptakan ruang diskusi publik yang sehat dan edukatif bagi masyarakat umum.
Editor : Mayu Shofa/Fakhmi Umar
Foto : Aris Munandar