Hamid Ajak Pemilih Pemula dan Pemuda Menjadi Pengawas Partisipatif
|
Hamid Badrul Munir mengungkapkan bahwa pada Pemilu dan Pemilihan 2024 merupakan sejarah baru dimana mayoritas pemilihnya adalah pemilih pemula dan pemilih muda. Hal tersebut diungkapkan HBM saat menjadi narasumber pada kegiatan Gerakan Pemilih Cerdas Menuju Pemilih Cerdas sekaligus dalam rangkaian HUT RRI ke 78 di halaman kantor RRI Bandar Lampung, Minggu (03/09).
Terhadap momentum emas bagi pemuda ini, HBM berharap pemilih pemula dan pemilih muda dapat berpartisipasi dalam pengawasan tahapan-tahapan pemilu 2024.
"Momentum Pemilu dan Pemilihan 2024 merupakan sejarah baru demokrasi Indonesia. Variabel pertama kebaruan adalah Pemilu dan Pemilihan diadakan serentak 2024, sedangkan variabel kedua adalah Pemilih Pemula dan Pemuda menjadi golongan mayoritas. Oleh karena itu saya berharap pemilih pemula dan pemuda tidak hanya menjadi komoditas politik, tapi lebih dari itu saya berharap agar dapat berkontribusi dalam pemilihan partisipatif." Ujar HBM.
Selanjutnya HBM mengutarakan apabila ditemukan hal-hal dugaan pelanggaran segera laporkan ke Bawaslu Provinsi Lampung atau jajaran kebawah. Menurut HBM pemilih pemula dan pemilih muda dianggap lebih kritis, tidak mau terikat pada sesuatu atau memiliki independensi, dan lebih konsen terhadap isu-isu aktual.
"Di era keterbukaan informasi Pemilih Pemula dan Muda memiliki nalar kritis, cenderung berfikir terbuka, memiliki independensi dan konsen pada isu aktual. Oleh karenanya saya berharap apabila pemilih muda dan pemilih pemula mendapati dugaan pelanggaran agar dapat melaporkan kepada Bawaslu di terdekat agar dalat menjadi informasi awal." Tambah HBM.
Pada kesempatan ini pula koordinator Pencegahan dan Parmas Bawaslu Lampung memberikan kiat untuk memilih pemimpin.
"Untuk menjadi pemilih cerdas maka pilihlah pemimpin berdasarkan rekam jejak serta visi misinya." Tutup HBM.
