Etika Dan Estetika Menjadi Kunci Penyelenggaraan Pemilu Yang Berkualitas Di Lampung
|
Anggota Bawaslu Provinsi Lampung, Imam Bukhori beri arahan pada kegiatan Rapat Koordinasi Penguatan Kapasitas Panwaslu Kecamatan Pada Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati Tahun 2024, yang diadakan pada Kamis (4/7).
Anggota Bawaslu Provinsi Lampung, Imam Bukhori, menegaskan pentingnya etika dan estetika bagi penyelenggara Pemilu dalam menjalankan tugasnya. Hal tersebut disampaikannya dalam Rapat Koordinasi Penguatan Kapasitas Panwaslu Kecamatan Pada Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati Tahun 2024, yang diadakan pada Kamis (4/7).
“Dalam hal estetika, kita sebagai keluarga besar Bawaslu harus menjaga marwah lembaga,†ujar Imam. Estetika ini penting dalam membangun koordinasi yang harmonis dengan berbagai pihak terkait, termasuk peserta Pemilu, tim kampanye, dan masyarakat.
Lebih lanjut, Imam menjelaskan bahwa etika menjadi landasan fundamental dalam pelaksanaan pengawasan Pemilu. Etika, yang diartikan sebagai aturan, norma, kaidah, dan tata cara, menjadi pedoman bagi individu dalam bertindak dan berperilaku.
“Negara kita, Indonesia, menjunjung tinggi etika untuk saling menghargai dan bertoleransi antar sesama,†kata Imam. Ia menekankan pentingnya meninggalkan ego sektoral demi kelancaran proses pengawasan Pemilu.
Sebagai penutup, Imam berpesan kepada para Panwaslu Kecamatan untuk saling mengingatkan dan membantu dalam menjalankan tugas. “Bekerja itu mengingatkan satu sama lain. Maka satu sama lain untuk saling bantu membantu serta mengingatkan,†tegasnya.
Dengan mengedepankan etika dan estetika, Bawaslu Lampung berkomitmen untuk menyelenggarakan Pemilu 2024 yang berkualitas, berintegritas, dan menjunjung tinggi nilai-nilai demokrasi.
Editor : Aris Munandar
Foto : Humas Bawaslu Kabupaten Lampung Tengah
