Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu RI Sosialisasikan Organisasi Pengawas Pemilu Kepada Stakeholder Di Kota Metro

Bawaslu RI Sosialisasikan Organisasi Pengawas Pemilu Kepada Stakeholder Di Kota Metro

Anggota Bawaslu Provinsi Lampung Suheri beri arahan pada kegiatan sosialisasi organisasi pengawas pemilu bagi stakeholder. Acara ini berlangsung pada Sabtu (08/09) di Kota Metro.

Dalam upaya meningkatkan pengawasan partisipatif pada Pilkada, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Republik Indonesia menggelar kegiatan sosialisasi organisasi pengawas pemilu bagi stakeholder. Acara ini berlangsung pada Sabtu (07/09) di Kota Metro.

Dalam kegiatan ini dihadiri oleh Anggota Bawaslu Provinsi Lampung, Suheri, beserta Ketua dan Anggota Bawaslu Kota Metro, yakni Badawi Idham, Hendro Edi Saputro, dan Maria Kristina. Selain itu, turut hadir sejumlah narasumber yang berkompeten dalam bidang pengawasan pemilu untuk memberikan wawasan dan pengetahuan kepada para peserta.

Dalam arahannya, Suheri, Anggota Bawaslu Provinsi Lampung, menegaskan pentingnya peran serta masyarakat dalam pengawasan pemilu. Ia menekankan bahwa tujuan utama dari kegiatan sosialisasi ini adalah agar para peserta yang diundang dapat berperan aktif dalam "membumikan" konsep pengawasan partisipatif di lingkungan masing-masing.

“Output dari kegiatan ini adalah agar peserta yang hadir mampu membawa semangat pengawasan partisipatif ke dalam komunitas dan lingkungan mereka. Pengawasan pemilu tidak hanya tanggung jawab lembaga pengawas, tetapi juga melibatkan seluruh elemen masyarakat,” ujar Suheri.

Ia juga menekankan bahwa partisipasi aktif masyarakat dalam mengawasi jalannya pemilihan umum akan sangat berdampak pada kualitas pemilu yang lebih bersih dan transparan. “Materi dan hasil diskusi dari giat ini nantinya diharapkan dapat disampaikan mulai dari keluarga hingga ke masyarakat yang lebih luas, termasuk organisasi maupun stakeholder lainnya,” tambahnya.

Suheri menjelaskan bahwa Bawaslu berharap informasi yang didapatkan dari narasumber nantinya dapat disebarluaskan ke masyarakat, sehingga masyarakat semakin memahami pentingnya peran mereka dalam proses pengawasan pemilu. “Dengan adanya informasi yang disampaikan oleh para narasumber, diharapkan pada Pilkada 27 November 2024 mendatang, partisipasi masyarakat dalam mengawasi jalannya pemilihan kepala daerah akan meningkat,” ujarnya.

Menurut Suheri, peningkatan partisipasi masyarakat dalam pengawasan pemilu merupakan salah satu kunci utama untuk memastikan pemilihan yang jujur, adil, dan bersih. "Dengan adanya pengawasan partisipatif, diharapkan masyarakat tidak hanya menjadi saksi, tetapi juga menjadi penggerak perubahan dalam menjaga integritas pemilu," Tutup Suheri.

Editor : Aris Munandar
Foto : Humas Bawaslu Kota Metro

toast

Media Sosial

news

Lokasi Bawaslu Provinsi

tanya

Konsultasi
Hukum Kepemiluan

Tanyakan right-circle
tanya

Konsultasi
Hukum Kepemiluan

Tanyakan right-circle