Bawaslu Lampung Ungkapkan Peran Penting Mahasiswa Dan Media Massa Dalam Mengawal Transparansi Pilkada Serentak Di Lampung
|
Anggota Bawaslu Provinsi Lampung Suheri jadi narasumber pada kegiatan Seminar Daerah "Integrasi Pengawasan Media Massa Dalam Pilkada Serentak Di Provinsi Lampung" yang diselenggarakan oleh DPM Fisip Unila dan Republica Fisip Unila. (23/9)
Media Massa, sebagai alat yang sangat kuat dalam membentuk opini publik, harus diawasi dengan ketat untuk memastikan informasi yang disebarkan sesuai dengan fakta, berimbang dan tidak memihak. Pengawasan ini juga penting untuk mencegah penyalahgunaan media untuk kepentingan politik, penyebaran hoaks, serta memastikan bahwa kampanye politik dilakukan secara transparan dan akuntabel sesuai dengan aturan yang berlaku. Begitu disampaikan Anggota Bawaslu Lampung Suheri, saat menjadi Narasumber dalam Seminar Daerah "Integrasi Pengawasan Media Massa Dalam Pilkada Serentak Di Provinsi Lampung" yang diselenggarakan oleh DPM Fisip Unila dan Republica Fisip Unila. (23/9)
Suheri beri apresiasi kepada Mahasiswa, menurutnya kaum intelektual yang masih semangat untuk memastikan informasi yg sesuai dengan fakta, "Jaga jari, karena jarimu adalah harimau mu, ketika mendapatkan berita silahkan disaring terlebih dahulu," katanya
Ia menambahkan bahwa Mahasiswa harus menjadi pemilih cerdas "Pilihlah calon kepala daerah yang visioner, lihat visi-misinya untuk pembangunan Daerah menjadi lebih baik dan apa yang akan ia lakukan 5 (lima) tahun kedepan, jangan sampai kita menjadi pemilih yang apatis atau malah ingin diberi sembako dahulu, hal itu tidak diperbolehkan," Tegas Koordiv. Hukum dan Diklat Bawaslu Lampung
Mahasiswa diharapkan dapat berpartisipasi mengawasi secara langsung dan juga bisa mengamati dari media online, apalagi mulai 25 September ini s.d. 23 November akan mulai tahapan Kampanye. "Jangan takut melapor ke Pengawas Pemilu/Pemilihan apabila menemukan dugaan pelanggaran" Jelas Suheri
Ketua DPM Fisip Unila Marcell, berkata bahwa pada era saat ini adanya pergeseran demokrasi, medsos bisa menjadi sosial kontrol bagi aktor politik
Menurutnya banyak hal yang harus diawasi Bawaslu pada Tahapan Pilkada ini, "Bawaslu tidak bisa berdiri sendirian untuk menyebar luaskan informasi, harus berkolaborasi dengan pemangku kepentingan, maka DPM Fisip Unila siap mendukung kerja-kerja pengawasan dengan menjadi pengawas partisipatif," ujarnya.
Ketua LPM Republica Fisip UNILA, Susilo mengatakan "ini merupakan Ikhtiar kita untuk demokrasi di Provinsi Lampung, Media berperan penting untuk mendukung aktor-aktor dalam demokrasi, Kita optimis dapat Mengawasi tahapan pilkada melalui sosial media," Sambut nya.
Pembina DPM Fisip Unila, Aziz Amriwan mewakili Dekan Fisip Unila mengapresiasi kegiatan ini, ini adalah kegiatan yang positif, kritis, luar biasa Mahasiswa harus jadi agen of change juga peduli terhadap demokrasi, berani membuat dobrakan, kolaborasi untuk peduli terhadap demokrasi
Bendi Juantara, Akademisi Unila saat memandu jalannya sesi materi, menurutnya Pemilu/pilkada indikator penting dalam berdemokrasi
"Kualitas pemilu tidak sesimpel datang mencoblos dan pulang saja, tetapi harus ada aspek kualitas, Mahasiswa yang melek teknologi, harus bisa membuat berita yang akan dikonsumsi orang banyak, membuat arah Media, apakah netral dan edukasi, bukan yang memecah belah atau memanas-manasi," Kata Bendi
Dalam kegiatan ini, turut hadir Dian Wahyu K Ketua Aliansi Jurnalis Indenpenden Bandar Lampung, Arief Nugroho Kominfo Provinsi Lampung, dan hadir secara daring, H. Mukhlis Basri Anggota komisi I DPR RI.
Editor : Mayu Shofa
Foto : Mayu Shofa
