Bawaslu Lampung Tekankan Peran Pemuda Dalam Mewujudkan Demokrasi Berkualitas
|
Ketua Bawaslu Provinsi Lampung Iskardo P. Panggar berikan arahan saat menjadi pamateri kegiatan Pelatihan Kader II (Intermediate Training) Tingkat Nasional oleh Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) cabang Kalianda bertajuk Reposisi HMI : Upaya Mempersiapkan SDM unggul Guna Menyongsong Indonesia Emas 2045 di Kabupaten Lampung Selatan, Jumat (28/6).
Ketua Bawaslu Provinsi Lampung, Iskardo P. Panggar, menekankan pentingnya peran pemuda sebagai aset bangsa yang harus dijaga dan dikembangkan potensinya. Dalam kegiatan Pelatihan Kader II (Intermediate Training) Tingkat Nasional yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) cabang Kalianda, Iskardo menekankan bahwa pemuda adalah ujung tombak perjuangan dalam menegakkan bangsa dan agama.
"Keutamaan pemuda juga merupakan ujung tombak perjuangan, baik itu dalam menegakkan bangsa maupun agama," ujar Iskardo dalam acara yang bertajuk "Reposisi HMI: Upaya Mempersiapkan SDM Unggul Guna Menyongsong Indonesia Emas 2030" yang diadakan di Kabupaten Lampung Selatan, Jumat (28/6).
Iskardo menggarisbawahi pentingnya pemuda memiliki sembilan karakteristik yang merupakan sifat-sifat yang digambarkan dalam ayat-ayat suci Al-Qur'an, yaitu idealis, kritis, berani, memiliki rasa ingin tahu, optimis, istiqomah, mandiri, pintar, dinamis dan kreatif, serta positif.
Selain itu, Iskardo juga menjelaskan mengenai sistem demokrasi di Indonesia. Menurutnya, pemahaman mengenai fungsi dan peran demokrasi sangat penting untuk mewujudkan kedaulatan rakyat, menjamin HAM, mendorong akuntabilitas pemerintah, melindungi keanekaragaman dan pluralisme, mendorong pembangunan ekonomi dan sosial, menjaga stabilitas politik, mendorong partisipasi masyarakat, serta menjaga keseimbangan kekuasaan.
"Empat sistem demokrasi yang telah diterapkan di Indonesia yaitu Demokrasi Parlementer pada tahun 1950-1959, Demokrasi Terpimpin pada tahun 1959-1965, Demokrasi Pancasila Orde Baru pada tahun 1966-1998, dan Demokrasi Pancasila Reformasi pada tahun 1998-sekarang," tambahnya.
Iskardo juga menekankan pentingnya peran pemuda sebagai generasi penerus bangsa. "Pemuda membutuhkan suatu gerakan dan peranan yaitu Agent of Change, Agent of Development, dan Agent of Modernization," jelasnya. Pemuda, menurut Iskardo, bertugas mengadakan perubahan pada masyarakat ke arah yang lebih baik, melancarkan pembangunan di segala daerah baik secara fisik maupun non-fisik, serta menjadi pelopor dalam pembaharuan.
Ia berharap, Dalam mengawal demokrasi di Indonesia, pemuda harus meningkatkan pemahaman dan keilmuan guna mendukung jiwa religius, kreativitas, kemampuan komunikasi, dan kritis dalam menyampaikan aspirasi. Pemuda juga diharapkan memiliki kepedulian tinggi terhadap keberlangsungan kehidupan bangsa dan bernegara, serta aktif melakukan upaya perbaikan nilai-nilai demokrasi guna memajukan kesejahteraan umum.
Editor : Aris Munandar
Foto : Aris Munandar
