Bawaslu Lampung Imbau Panwaslu Kecamatan Aktif Awasi Konten Internet Di Pemilu 2024
|
Anggota Bawaslu Lampung Ahmad Qohar ingatkan Panwaslu Kecamatan untuk Awasi Konten Internet (Siber) dalam Pemilu 2024. Menurut Qohar Pencegahan Pelanggaran dan Pengawasan Konten Internet tercantum dalam surat edaran Bawaslu RI No. 51 Tahun 2023.
Menurut Qohar Tak hanya Bawaslu RI, Provinsi atau Kabupaten/Kota tetapi Panwaslu Kecamatan harus melakukan identifikasi akun dan/atau konten yang beredar di media sosial, melakukan edukasi literasi kepemiluan baik secara online maupun offline, mempublikasikan konten yang memuat kontra narasi (prebunking) atas hoaks yang berkembang, cek fakta (debunking) atas hoaks yang berkembang, mempublikasikan hasil cek fakta, serta melakukan pencegahan kolaboratif bersama multistakeholder pemilu.
Selain itu, ia menjelaskan, dalam pengawasan konten internet (siber) yang ditempuh, dengan patroli pengawasan siber yang secara ideal bekerja sama dengan Dinas/Otoritas yang menangani komunikasi dan informasi. Adapun objek pengawasannya merupakan akun-akun peserta Pemilu yang sudah terdaftarkan ke Komisi Pemilihan Umum (KPU).
“Kalau merupakan dugaan pelanggaran Pemilu, maka nanti akan dirujuk ke divisi yang bersangkutan yaitu divisi penanggalan (atau) penanganan pelanggaran, kalau bukan merupakan pelanggaran Pemilu, maka akan diteruskan ke lembaga-lembaga yang terkait melalui Timfas yang sama di Bawaslu RI secara berjenjang,†ujarnya saat di sekretariat Panwaslu Kecamatan Jati Agung Kabupaten Lampung Selatan, Selasa (16/1).
Dalam pengawasan siber ini, imbuh Qohar, juga disediakan hotline terkait aduan hoaks, melalui nomor 08119810123, sehingga jika ada masyarakat yang menemukan pelanggaran konten-konten media sosial, bisa melaporkan ke hotline tersebut, ataupun melalui email timfas medsos@bawaslu.go.id.
"Konten hoaks itu tidak membutuhkan waktu banyak, sebentar, tapi efeknya masyarakat yang panjang, bisa memecah belah, membuat polarisasi. Harapannya melalui kerja pengawasan ini, nanti konten-konten yang serupa apalagi ujaran kebencian, harapannya hoaks itu bisa ditekan angkanya,†katanya.
