Bawaslu Lampung Imbau Gen Z Harus Kritis, Berani, Dan Melek Teknologi Dalam Menghadapi Pilkada 2024
|
Anggota Bawaslu Provinsi Lampung, Suheri dalam kegiatan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) "Suara Demokrasi" di SMA Negeri 15 Bandar Lampung pada (18/09).
Anggota Bawaslu Provinsi Lampung, Suheri, menyatakan bahwa generasi Z perlu memiliki sikap kritis, semangat yang membara, idealis, serta pemberani. Mereka juga harus memiliki kecenderungan berkelompok dan melek teknologi. Hal ini disampaikan Suheri saat menjadi narasumber dalam kegiatan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) "Suara Demokrasi" di SMA Negeri 15 Bandar Lampung pada (18/09).
Dalam kesempatan tersebut, Suheri mengingatkan bahwa pesta demokrasi terbesar di Indonesia akan berlangsung serentak pada 27 November 2024. "Pemilihan atau Pilkada adalah momen pemilihan kepala daerah yang dilakukan setiap lima tahun sekali," ujar Suheri.
Mantan anggota KPU Kabupaten Lampung Utara itu menjelaskan kepada para siswa SMA bahwa ada tiga lembaga penyelenggara pemilu, yaitu Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP), Komisi Pemilihan Umum (KPU), dan Bawaslu. KPU bertanggung jawab atas seluruh tahapan pemilu, mulai dari perencanaan hingga pemungutan suara, sementara Bawaslu bertugas mengawasi setiap tahapan tersebut. DKPP sendiri memiliki tugas memproses laporan terkait pelanggaran kode etik penyelenggara pemilu.
Suheri, yang juga merupakan Koordinator Divisi Hukum dan Diklat Bawaslu Provinsi Lampung, menjelaskan bahwa saat ini telah ada bakal pasangan calon untuk Gubernur, Wakil Gubernur, Bupati, Wakil Bupati, Walikota, dan Wakil Walikota. Namun, mereka baru bisa mengikuti tahapan pemilihan sesuai jadwal yang telah ditetapkan setelah penetapan resmi.
Lebih lanjut, Suheri menekankan bahwa Bawaslu juga berperan dalam melakukan pencegahan terhadap pelanggaran yang sering terjadi dalam pemilu. "Kita harus mengubah pandangan masyarakat terkait hajat lima tahunan ini. Kebiasaan yang hanya fokus pada NPWP (nomor piro wani piro) harus diubah, karena menerima hal-hal yang tidak sesuai aturan, seperti politik uang, adalah pelanggaran. Jika pencegahan dan pengawasan sudah dilakukan namun pelanggaran tetap terjadi, Bawaslu bersama Sentra Gakkumdu siap menindaklanjutinya," kata Suheri.
Suheri juga mengungkapkan kesannya terhadap para siswa di SMA Negeri 15 Bandar Lampung. "Meskipun mereka belum cukup umur untuk menjadi pemilih, mereka sudah cukup memahami dasar-dasar pemilu atau Pilkada. Hal ini berkat peran pendidik yang memberikan kesadaran dan wawasan tentang pentingnya pemilu atau Pilkada," ungkapnya.
Menurut Suheri, SMA Negeri 15 Bandar Lampung sudah menanamkan pentingnya demokrasi sejak dini. "Meskipun belum cukup umur untuk memilih, kesadaran akan pentingnya pemilu sudah ditanamkan dengan baik di sekolah ini," ujarnya.
Di akhir pemaparannya, Suheri menyemangati para siswa untuk terus belajar dan bersemangat. "Terus belajar, terus semangat agar masa depan cerah serta demokrasi kita semakin baik," pungkas Suheri.
Editor : Aris Munandar / Mayu Shofa
Foto : Aris Munandar
