Bawaslu Lampung Hadiri Pelantikan Pengurus JMSI Lampung 2025-2030, Dorong Penguatan Ekosistem Informasi Digital Yang Berkualitas
|
Anggota Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Lampung, Tamri, menghadiri Pelantikan Pengurus Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Provinsi Lampung Periode 2025-2030 yang diselenggarakan di Balai Keratun Lantai 3 Kantor Gubernur Lampung, Jumat (10/4).
Pelantikan tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Umum JMSI, Teguh Santosa, yang secara resmi mengukuhkan kepengurusan baru JMSI Lampung. Dalam susunan kepengurusan periode 2025-2030, Ahmad Novriwan kembali dipercaya menahkodai JMSI Lampung sebagai Ketua. Ia didampingi oleh tiga Wakil Ketua, yaitu Yulizar Kundo, Nila Karnila, dan Adi Pranoto. Sementara itu, posisi Sekretaris dijabat oleh Anton Kurniawan dan Bendahara oleh Asyari Ilyas.
Dalam sambutannya, Teguh Santosa menekankan pentingnya kedewasaan dalam memanfaatkan kebebasan informasi di era digital yang berkembang sangat cepat. Ia menegaskan bahwa kebebasan informasi harus diimbangi dengan tanggung jawab dalam menyajikan informasi yang benar, berimbang, dan tidak menyesatkan.
“Informasi yang bebas itu bagus, tapi kedewasaan dalam menggunakannya yang utama,” ujar Teguh.
Ia juga mengapresiasi langkah progresif JMSI Lampung yang terus berupaya meningkatkan kualitas media siber di daerah. Menurutnya, penguatan kedaulatan digital nasional menjadi agenda penting, khususnya bagi media di Indonesia agar tidak terus bergantung pada perusahaan teknologi global. Teguh menilai media memiliki peran strategis dalam menghadirkan informasi yang produktif dan konstruktif bagi masyarakat.
“Media harus menghadirkan informasi yang produktif dan konstruktif, bukan justru memperkeruh keadaan dengan disinformasi,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua JMSI Lampung Ahmad Novriwan menegaskan bahwa kepengurusan baru akan berfokus pada penguatan organisasi serta transformasi digital sebagai kebutuhan mendesak bagi keberlangsungan media lokal di tengah kompetisi global. Ia menjelaskan bahwa JMSI Lampung akan mengembangkan tiga program strategis berbasis digital, yakni aplikasi agregator berita guna memperkuat distribusi media lokal, layanan ojek online berbasis daerah, serta sistem single hosting media JMSI sebagai portal terintegrasi bagi anggota.
“Ini bukan sekadar inovasi, tetapi upaya membangun kemandirian ekosistem digital daerah,” jelasnya.
Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Marindo Kurniawan mengingatkan pentingnya menjaga integritas, akurasi, dan proses verifikasi dalam praktik jurnalistik, terlebih di tengah perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) yang semakin pesat. Ia menilai media harus mampu menjadi bagian dari solusi dalam menjaga kualitas informasi publik.
“Media harus menjadi bagian dari solusi, bukan hanya penyampai informasi,” ujarnya.
Kegiatan pelantikan ini turut dihadiri sejumlah tokoh dan perwakilan organisasi pers, di antaranya Ketua PWI Lampung Wirahadikusumah, Ketua IJP Abung Mamasa, Kepala Dinas Kominfotik Ganjar Jationo, Kepala Dinas Tenaga Kerja Agus Nompitu, serta perwakilan organisasi kemasyarakatan dan lembaga swadaya masyarakat.
Anggota Bawaslu Provinsi Lampung Tamri menyampaikan ucapan selamat kepada jajaran pengurus JMSI Lampung yang baru dilantik serta berharap kepengurusan periode 2025–2030 mampu memperkuat peran media siber dalam mendukung demokrasi yang berkualitas.
“Selamat kepada Ketua dan seluruh jajaran Pengurus JMSI Lampung Periode 2025-2030 yang telah resmi dilantik. Kami berharap JMSI Lampung terus berkontribusi dalam menghadirkan informasi yang akurat, berimbang, dan mencerahkan masyarakat. Media memiliki peran penting dalam menjaga kualitas demokrasi, termasuk dalam memberikan edukasi publik terkait kepemiluan,” ujar Tamri saat dikonfirmasi Tim Humas Bawaslu Lampung.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara lembaga penyelenggara pemilu, pengawas pemilu, dan insan pers dalam menciptakan ruang informasi yang sehat dan bebas dari hoaks maupun disinformasi.
“Kami berharap JMSI Lampung dapat terus menjadi mitra strategis dalam memperkuat literasi informasi masyarakat serta mendukung terciptanya ekosistem demokrasi yang transparan, berintegritas, dan partisipatif,” tambahnya.
Editor : Mayu Shofa/Fakhmi Umar
Foto : Aris Munandar