Bawaslu Lampung Hadiri Lokakarya Kaderisasi Nasional DPP GMNI
|
Anggota Bawaslu Provinsi Lampung Gistiawan menghadiri Pembukaan Lokakarya Kaderisasi Nasional Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPP GMNI) yang berlangsung di Balai Keratun, Bandar Lampung, Senin (26/10/2026).
Kegiatan tersebut menjadi ruang penguatan kaderisasi, pengembangan kapasitas intelektual mahasiswa, serta pembahasan arah organisasi dalam menghadapi perkembangan zaman. Lokakarya juga membahas penguatan ideologi, pemanfaatan teknologi digital, dan peran mahasiswa dalam kehidupan demokrasi serta pembangunan bangsa.
Gistiawan mengatakan, kaderisasi menjadi bagian penting dalam membentuk generasi muda yang memiliki kapasitas, wawasan kebangsaan, serta kepedulian terhadap kehidupan demokrasi. Menurutnya, ruang-ruang kaderisasi seperti lokakarya dapat menjadi sarana pertukaran gagasan dan pembelajaran bagi mahasiswa untuk memahami dinamika demokrasi secara lebih luas.
“Bawaslu memandang kaderisasi sebagai ruang penting dalam membangun generasi muda yang memiliki pengetahuan, integritas, dan kepedulian terhadap demokrasi. Mahasiswa memiliki posisi strategis untuk terus memperkaya wawasan serta ikut mengawal kehidupan demokrasi di tengah masyarakat,” ujar Gistiawan saat dikonfirmas Tim Humas Bawaslu Provinsi Lampung.
Sementara itu, Ketua Umum DPP GMNI Sujahri Somar dalam sambutannya menyampaikan pentingnya kaderisasi yang berkelanjutan untuk membangun organisasi yang mampu menghadapi tantangan masa depan.
“Lokakarya kaderisasi nasional ini merupakan bagian dari upaya kita membangun sistem pendidikan kader yang lebih terarah, berkelanjutan, dan memiliki standar yang dapat menjadi pegangan atau fondasi kita bersama dalam membangun GMNI bukan hanya untuk lima tahun ke depan, tapi untuk 100 tahun lamanya,” ujarnya.
Sujahri juga memperkenalkan pengembangan GMNI Universe sebagai bagian dari upaya modernisasi organisasi. Platform tersebut diarahkan untuk membangun ekosistem digital yang memungkinkan kader GMNI di seluruh Indonesia mengakses pengetahuan, memperkuat komunikasi, serta mengelola administrasi organisasi secara lebih tertata.
“Teknologi bukanlah tujuan akhir; teknologi harus menjadi sarana untuk meningkatkan kualitas manusia dan memperkuat nilai-nilai perjuangan organisasi,” katanya.
Selain pengembangan GMNI Universe, penguatan kelembagaan juga dilakukan melalui sejumlah institusi dan ruang pengabdian organisasi, termasuk Yayasan Socio Demokrasi dan LBH GMNI. Kehadiran berbagai wadah tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas ruang kontribusi kader melalui pendidikan, pengabdian, pendampingan, serta penguatan kesadaran demokrasi di masyarakat.
Dewan Pengawas DPP GMNI Febrio Martha Mustafa mengatakan perkembangan teknologi menuntut perubahan metode perjuangan dan kaderisasi. Menurutnya, kader GMNI perlu memiliki kemampuan dalam menguasai data dan teknologi agar mampu merespons dinamika zaman.
“Kita berkumpul di sini untuk merumuskan bagaimana arah juang organisasi kita ke depan menjawab tantangan zaman yang kian mendera kita, menggilas dan menginjak kaum-kaum tertindas,” kata Febrio.
Ia juga mendorong kader GMNI untuk memanfaatkan ruang digital sebagai sarana memperkuat gerakan dan menyebarluaskan gagasan organisasi.
“Revolusi metode kaderisasi, kita harus bisa menghancurkan pola-pola lama yang baku, rebut ruang-ruang siber, jadikan media sosial sebagai barikade perlawanan dan ruang untuk menyebarkan semangat dan spirit Marhaenisme,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal turut menekankan pentingnya kaderisasi dalam membentuk generasi muda yang memiliki ideologi dan kapasitas untuk berkontribusi bagi pembangunan.
“Jadi GMNI ketika melakukan kaderisasi, maka dia memberikan penguatan ideologi-ideologi GMNI tersebut kepada seluruh kadernya. Inilah pondasi-pondasi revolusi kita,” katanya.
Mirza juga berharap kader GMNI dibekali pengetahuan dan ideologi sebelum diterjunkan untuk berkontribusi di tengah masyarakat, khususnya dalam mendukung penguatan sektor pangan dan perekonomian masyarakat.
“Kader-kader GMNI dibekali kemampuan, sesuai dengan pengetahuannya, dibekali dengan ideologi, kemudian diterjunkan ke masyarakat untuk membantu dan memviralisasi semua komoditas pangan yang ada di seluruh Indonesia,” ujarnya.
Mirza turut mengapresiasi inovasi dan digitalisasi yang dikembangkan dalam tubuh GMNI. Menurutnya, pemanfaatan teknologi perlu diarahkan untuk memperkuat kelembagaan dan mendukung pengabdian organisasi.
“Digitalisasi adalah alat yang memang sangat dibutuhkan yang kita harus pakai untuk mengabdi, untuk membesarkan organisasi kita,” katanya.
Editor : Mayu Shofa/Fakhmi Umar
Foto : Aris Munandar