Bawaslu Lampung Hadiri Doa Bersama Dalam Rangka Hari Amal Bhakti Kementerian Agama ke-78
|
Anggota Bawaslu Lampung Hamid Badrul Munir hadiri doa bersama lintas agama dalam rangka peringatan Hari Amal Bhakti (HAB) Kementerian Agama ke-78 tahun 2024, Selasa (2/1).
Kegiatan doa bersama lintas agama sengaja dilakukan di Menara Siger adalah salah satu upaya promosi wisata provinsi Lampung yang pada era kepemimpinan Gubernur Arinal terus digalakan.
Kegiatan ini merupakan bagian dari peringatan Hari Amal Bhakti (HAB) dengan mengusung tema "Indonesia Hebat Bersama Umat". Tema tersebut terinspirasi dari sebuah kesadaran akan pentingnya kebersamaan dan kerukunan umat dalam menyongsong Indonesia emas tahun 2024. Peringatan ini masuk dalam tahun politik dengan pesan bahwa perbedaan pilihan adalah sesuatu yang biasa dalam menjalankan sebuah demokrasi. Tetapi tetap saja hal tersebut jangan sampai merusak ikatan umat beragama.
Kakanwil berharap agar pemuka agama dapat menciptakan harmonisasi melalui penyampaian kedamaian dan kerukunan antar jajaran agama sehingga dapat memberikan pengaruh positif kepada masyarakat.
"Saya mengajak kepada tokoh agama serta semua yang hadir untuk bersama-sama menyampaikan doa terbaik agar Indonesia senantiasa aman, damai, dan sejahtera karena Indonesia bisa hebat karena bersama umat" ajak Kakanwil Lampung.
Gubernur Lampung, Arinal menyampaikan bentuk apresiasi dalam doa bersama lintas agama ini. Ia mengajak untuk sama-sama bersyukur sebab kegiatan ini banyak didukung oleh segenap unsur masyarakat baik itu dari jajaran pemerintah, tokoh lintas agama, para pimpinan pondok pesantren, para penyuluh agama dari berbagai agama dan masyarakat umum.
"Munculnya potensi disharmoni dapat diatasi dengan kesadaran masyarakat itu sendiri akan perbedaan pendapat dalam sebuah demokrasi sudah menjadi hal lumrah dan tidak dijadikan sebagai pemecah belah" kata Arinal.
Selanjutnya Hamid Badrul Munir mengapresiasi kegiatan ini dan menyampaikan bahwa dengan komitmen seluruh umat beragama maka akan semakin kuat persaudaraan yang terjalin meskipun terdapat perbedaan.
"Perbedaan yang ada bukanlah suatu alasan terjadinya konflik dan perpecahan. Justru dengan perbedaan tersebut seharusnya dapat digunakan untuk saling melengkapi antar satu sama lain" tambah Hamid Badrul Munir.
Perlu diketahui kegiatan ini dihari oleh seluruh pemuka agama baik Islam, Kristen, Katolik, Hindu, dan Budha, jajaran pejabat dan ASN di lingkungan Kanwil Kemenag, serta Pemerintah Kabupaten dan jajaran.
