Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Lampung Finalisasi Program Bawaslu Membelajarkan Volume 2

.

Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Lampung menggelar Rapat Finalisasi Pelaksanaan Program Bawaslu Membelajarkan Volume 2 Tahun 2026 di Kantor Bawaslu Provinsi Lampung, Senin (31/8).

Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Lampung menggelar Rapat Finalisasi Pelaksanaan Program Bawaslu Membelajarkan Volume 2 Tahun 2026 di Kantor Bawaslu Provinsi Lampung, Senin (31/8). Rapat tersebut digelar untuk mematangkan persiapan jajaran Bawaslu Provinsi Lampung dalam mengikuti Tahap Awal Seleksi atau Video-Based Learning Stage Program Bawaslu Membelajarkan Volume 2.

Program berskala nasional tersebut mengusung tema besar “Ekosistem Kolaborasi untuk Pengawasan Pemilu 2029”. Selain menjadi wadah pembelajaran kolaboratif, program ini juga diarahkan sebagai bagian dari sistem manajemen pengetahuan kelembagaan (knowledge management) di lingkungan Bawaslu.

Dalam pelaksanaannya, Bawaslu Provinsi Lampung berkomitmen menghasilkan perangkat dan video pembelajaran yang edukatif, inklusif, serta mudah dipahami oleh masyarakat. Materi yang disusun diharapkan tidak hanya meningkatkan kapasitas internal jajaran pengawas pemilu, tetapi juga memberikan pemahaman kepemiluan kepada masyarakat secara lebih luas.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Sekretariat Bawaslu Provinsi Lampung, Achmad Sutiono, yang memimpin rapat, menegaskan bahwa finalisasi tersebut menjadi tahapan penting untuk memastikan seluruh persiapan berjalan sesuai dengan ketentuan dan standar yang telah ditetapkan.

“Rapat finalisasi pada hari ini sangat krusial bagi kita semua. Mengacu pada Surat Edaran, batas waktu peluncuran video pembelajaran ke ranah publik adalah tanggal 3 September 2026. Oleh karena itu, kita harus memastikan bahwa seluruh perangkat pembelajaran, baik desain, materi ajar, hingga hasil akhir video dari Provinsi Lampung sudah rampung 100 persen dan memenuhi standar kualitas yang telah ditetapkan,” ujar Achmad Sutiono.

Lebih lanjut, Achmad Sutiono menjelaskan bahwa Bawaslu Provinsi Lampung mendapat tugas khusus untuk mendalami topik pada klaster Desain Sistem Pemilu. Topik tersebut meliputi Presidential Threshold, Parliamentary Threshold, Sistem Kepartaian, dan Representasi Politik.

Menurutnya, materi yang disajikan harus mampu memberikan pemahaman yang komprehensif kepada masyarakat, dengan mengedepankan analisis yang mendalam dan relevan dengan konteks kepemiluan.

“Provinsi Lampung telah mendapat kepercayaan khusus untuk mengkaji topik ‘Desain Sistem Pemilu: Presidential Threshold, Parliamentary Threshold, Sistem Kepartaian dan Representasi Politik’. Saya meminta seluruh tim memastikan bahwa analisis yang disajikan dalam video nanti tajam, mendalam, dan mampu memberikan literasi kepemiluan yang komprehensif bagi masyarakat, bukan sekadar pemaparan teori belaka,” tegasnya.

Program Bawaslu Membelajarkan Volume 2 tidak hanya berorientasi pada peningkatan kapasitas di lingkungan internal Bawaslu. Program tersebut juga menjadi sarana untuk memperluas jejaring dan mendorong partisipasi masyarakat dalam memahami isu-isu kepemiluan.

Video pembelajaran yang diproduksi nantinya akan diluncurkan dan didiseminasikan melalui kanal YouTube serta media sosial resmi satuan kerja. Publikasi tersebut diharapkan dapat membuka ruang interaksi dan diskusi konstruktif dengan pemilih, mahasiswa, media, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Dalam rapat finalisasi, jajaran pimpinan Bawaslu Provinsi Lampung bersama staf kesekretariatan yang tergabung dalam tim produksi turut melakukan sejumlah pembahasan. Di antaranya evaluasi akhir durasi video yang dipersyaratkan selama 20 hingga 30 menit, peninjauan kelengkapan subtitle Bahasa Indonesia, serta penyusunan strategi publikasi melalui media sosial agar penyebarluasan materi dapat berlangsung secara optimal.

Achmad Sutiono menambahkan, seluruh unsur yang terlibat perlu bekerja secara maksimal untuk menghasilkan karya terbaik yang tidak hanya memenuhi ketentuan seleksi, tetapi juga memiliki nilai edukasi bagi masyarakat.

“Mari kita tunjukkan kualitas terbaik kita agar mampu lolos ke Tahap Knowledge Showcase dan melaju ke Grand Final Nasional. Ini adalah wujud nyata kontribusi pemikiran Lampung untuk mengawal jalannya demokrasi yang berintegritas menuju Pemilu 2029,” pungkasnya.

.
.

Editor : Mayu Shofa/Fakhmi Umar
Foto : Aris Munandar

Tag
Berita
toast

Media Sosial

news

Lokasi Bawaslu Provinsi

tanya

Konsultasi
Hukum Kepemiluan

Tanyakan right-circle
tanya

Konsultasi
Hukum Kepemiluan

Tanyakan right-circle