Bawaslu Lampung Dorong Mahasiswa Peka Persoalan Pemilu
|
Ketua Bawaslu Lampung, Iskardo P.Panggar hadiri Seminar Nasional "Masa Depan Pemilu Indonesia" yang digelar oleh Fakultas Hukum Universitas Lampung, Selasa (24/10)
Wakil Dekan Fakultas Hukum Universitas Lampung, Depri Liber Sonata S.H., M.H. saat membuka acara mengucapkan selamat datang kepada seluruh hadirin dan juga narasumber, semoga kegiatan seminar nasional ini dapat menambah cakrawala berpikir dan menambah materi ajar untuk menghasilkan suatu pengetahuan-pengetahuan baru sebagai bahan diskusi hukum dunia kampus bagaimana masa depan pemilu Indonesia
Tidak bisa kita memandang pemilu kedepan, melainkan kita juga harus melihat sejarah. Hal ini ditegaskan Ketua Dewan Guru Besar FH. Universitas Indonesia, Prof. Dr. Satya Arinanto, S.H., M.H. saat penyampaian beberapa catatan tentang sistem dan penyelenggaraan Pemilu dan Pilkada Indonesia pada forum
"Pemilu mengajak kita berdemokrasi, berproses untuk mencapai tujuan" katanya
Ia juga menjabarkan beberapa permasalahan dalam penyelenggaraan Pemilu yang rentan terjadi yakni Penyelenggaraan yang belum optimal, Ongkos pilkada mahal, Biaya “uang mahar†kandidat, Maraknya politik uang, Politisasi birokrasi, KDH/WKDH pecah kongsi, Politik dinasti, Munculnya konflik terkait perselisihan hasil pilkada, Berbagai permasalahan tersebut kemudian diupayakan untuk diperbaiki dalam perumusan Undang-Undang Pemilu maupun Pemilihan.
Untuk menjamin peralihan kepimpinan harus ada sebuah proses kaderisasi yang baik, bagaimana mengonsep pemilu kedepan kita harus melihat kualitas pemilu di Indonesia diukur dengan LUBERJURDIL yang diterapkan dengan sesungguhnya begitu ditambahkan Dr. Dian Fericha, S.H., M.H. (Direktur PUSKOD UIN SATU Tulungagung)
"Hukum kebijakan bisa menjadi instrumen efektif untuk menunjukkan keseriusan dan melihat kebaruan menjadi suatu solusi" kata Fericha
Ketua Bawaslu Lampung, Iskardo P. Panggar, S.H., M.H. memberikan apresiasi terhadap acara ini dan mendukung penyampaian materi kepemiluan di dunia kampus. Mahasiswa perlu memahami pentingnya dalam menjalani demokrasi yang sudah menjadi kewajiban sesuai dengan bentuk negara.
"Dunia kampus memiliki potensi yang cukup besar dalam pemilu mendatang, mengingat jumlah generasi muda yang dominan dibanding generasi sebelumnya" kata Iskardo
Ia berharap 14 februari 2024 bukan hanya hari kasih sayang, tetapi hari kasih suara.
"Harus ada sebuah sikap yang tidak apatis dan berani berkontribusi lebih untuk kemajuan demokrasi juga saya berharap seluruh elemen dapat bersama menyukseskan pemilu 2024 dan mengonsep Pemilu selanjutnya yang lebih baik lagi" tutup Iskardo.
