Bawaslu Lampung Awasi Secara Melekat Pencetakan Surat Suara Pilkada Serentak 2024 Di PT Gramedia Cikarang
|
Anggota Bawaslu Provinsi Lampung, Suheri dan Imam Bukhori, melaksanakan pengawasan langsung terhadap tahapan pengadaan logistik surat suara untuk Pemilihan Serentak 2024 di PT. Gramedia Cikarang, Jawa Barat, Senin (21/10).
Anggota Bawaslu Provinsi Lampung, Suheri dan Imam Bukhori, melaksanakan pengawasan langsung terhadap tahapan pengadaan logistik surat suara untuk Pemilihan Serentak 2024 di PT. Gramedia Cikarang, Jawa Barat, Senin (21/10). Pengawasan ini dilakukan sebagai bagian dari tanggung jawab Bawaslu dalam memastikan seluruh proses pengadaan logistik berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Tahapan pengadaan logistik, khususnya pencetakan surat suara, menjadi salah satu aspek krusial dalam menyukseskan Pemilihan Serentak 2024. Suheri menekankan bahwa tujuan pengawasan ini adalah untuk memastikan akurasi bahan yang digunakan, jumlah surat suara yang dicetak, serta ketepatan waktu pendistribusian sesuai dengan timeline yang telah ditetapkan. “Pengawasan ini sangat penting untuk memastikan tidak ada kesalahan dalam pencetakan surat suara, baik dari segi kualitas bahan maupun kuantitasnya. Kami juga memastikan bahwa distribusi logistik ini akan berjalan tepat waktu sesuai jadwal yang telah disusun bersama KPU,†jelas Suheri.
Dalam pengawasan tersebut, pihak PT. Gramedia melaporkan bahwa proses pencetakan surat suara telah mencapai 90 persen. Setelah pencetakan selesai, tahap selanjutnya adalah proses pengepakan dan pendistribusian surat suara ke berbagai daerah, yang akan dilakukan setelah melalui koordinasi lebih lanjut dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU). Proses ini, kata pihak Gramedia, dilakukan dengan standar yang tinggi untuk memastikan keamanan dan kelancaran pendistribusian.
Meski demikian, Suheri menegaskan perlunya metode tambahan untuk mengukur kualitas bahan yang digunakan dalam pencetakan surat suara. Ia menyebutkan bahwa pengawasan tidak cukup hanya dilakukan dari sisi kuantitas dan waktu pendistribusian, tetapi juga dari sisi kualitas bahan yang digunakan. “Kita perlu metode lain untuk memastikan kualitas bahan yang digunakan untuk surat suara ini. Pengawasan yang telah kita lakukan harus ditindaklanjuti dengan berkoordinasi dengan KPU Provinsi Lampung, agar tidak ada kesalahan yang berpotensi mengganggu kelancaran pemilihan,†tegas Suheri.
Imam Bukhori, yang turut serta dalam pengawasan ini, juga menyampaikan pandangan serupa. Menurutnya, pengawasan yang ketat dalam setiap tahapan pemilihan, termasuk pengadaan logistik, merupakan kunci untuk menjaga integritas pemilu. “Bawaslu Lampung berkomitmen untuk memastikan setiap proses berjalan dengan transparan dan akuntabel. Tidak hanya terkait jumlah, tetapi juga kualitas, agar surat suara yang diterima oleh pemilih di seluruh daerah benar-benar layak digunakan,†ungkap Imam.
Proses pencetakan surat suara ini merupakan salah satu dari rangkaian tahapan penting dalam penyelenggaraan Pemilihan Serentak 2024, yang akan dilaksanakan di berbagai daerah, termasuk Provinsi Lampung. Bawaslu, sebagai lembaga pengawas pemilu, terus berupaya memastikan seluruh tahapan berjalan sesuai dengan aturan dan prosedur yang telah ditetapkan.
Koordinasi yang erat antara Bawaslu, KPU, dan pihak penyedia jasa seperti PT. Gramedia, sangat diperlukan untuk memastikan bahwa logistik pemilu, khususnya surat suara, dapat didistribusikan tepat waktu dan dengan kualitas yang baik. Pengawasan ini juga mencerminkan komitmen Bawaslu dalam menjaga kualitas demokrasi melalui pelaksanaan pemilu yang jujur, adil, dan berkualitas.
Dengan pencetakan yang hampir selesai, seluruh pihak berharap proses pendistribusian dapat berjalan lancar dan surat suara tiba di setiap daerah sesuai jadwal, tanpa ada kendala yang berarti. Bawaslu Lampung akan terus memantau perkembangan ini dan siap melakukan langkah-langkah antisipatif jika ditemukan hambatan dalam proses selanjutnya.
Pemilihan Serentak 2024 akan menjadi momen penting bagi seluruh masyarakat Indonesia, termasuk di Provinsi Lampung. Keberhasilan penyelenggaraan pemilihan ini, salah satunya bergantung pada kesiapan logistik, termasuk ketersediaan surat suara yang berkualitas dan tepat waktu.
Editor : Aris Munandar
Foto : Istimewa
