Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Lampung Ajak Generasi Muda Jadi Pengawas Partisipatif Untuk Pilkada 2024 Bebas Hoaks

Bawaslu Lampung Ajak Generasi Muda Jadi Pengawas Partisipatif Untuk Pilkada 2024 Bebas Hoaks

Anggota Bawaslu Lampung, Gistiawan, menghadiri kegiatan “Sekolah Kebangsaan Mari Bersama-Sama untuk Menghadapi Pilkada 2024 Tanpa Berita Hoaks,” yang diselenggarakan di FISIP Universitas Lampung pada Sabtu (26/10).

Anggota Bawaslu Lampung, Gistiawan, menghadiri kegiatan “Sekolah Kebangsaan Mari Bersama-Sama untuk Menghadapi Pilkada 2024 Tanpa Berita Hoaks,” yang diselenggarakan di FISIP Universitas Lampung pada Sabtu (26/10). Dalam kegiatan tersebut, Gistiawan mengajak para generasi muda, khususnya mahasiswa, untuk turut berperan aktif dalam menjaga integritas demokrasi melalui pengawasan partisipatif pada Pemilihan Kepala Daerah 2024.

Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa peran pemilih pemula di Provinsi Lampung sangat signifikan, dengan sekitar 70% dari total pemilih merupakan generasi muda.

“Peran generasi muda, terutama mahasiswa, sangat menentukan arah kebijakan pemimpin Lampung ke depan. Kehadiran adik-adik semua dengan semangat yang sama merupakan dukungan bagi kami, Bawaslu, yang diberikan amanah oleh UUD 1945, UU Pemilu, dan UU Pilkada untuk menjalankan pengawasan pemilu dan pilkada,” jelasnya.

Gistiawan juga menekankan pentingnya kolaborasi dengan berbagai pihak, mengingat keterbatasan jumlah personel Bawaslu dalam melakukan pengawasan di lapangan. Saat ini, terdapat sekitar 6 juta Daftar Pemilih Tetap (DPT) di Provinsi Lampung dengan jumlah penduduk hampir 10 juta jiwa. Namun, hanya terdapat tujuh anggota Bawaslu di tingkat provinsi dan tiga hingga lima anggota di tingkat kabupaten/kota, tergantung jumlah pemilih.

“Oleh karena itu, kami sangat membutuhkan pengawas partisipatif dari berbagai kalangan, termasuk perguruan tinggi, organisasi masyarakat, kepemudaan, pemerintah daerah, kepolisian, dan kejaksaan, guna menjaga demokrasi yang berkeadilan dan bermartabat. Terutama peran generasi muda seperti mahasiswa sangatlah penting,” tambahnya.

Gistiawan juga menyoroti dampak media sosial dalam penyebaran informasi yang begitu cepat, khususnya terkait berita hoax dan isu-isu sensitif seperti SARA yang dapat merusak suasana Pilkada.

“Peran Gen Z di media sosial sangat penting karena media sosial bisa menyebarkan informasi dalam hitungan detik. Untuk itu, kami mengajak adik-adik semua untuk turut serta dalam mencegah hoax dan isu SARA selama tahapan kampanye berlangsung,” ujar Gistiawan.

diakhir Gistiawan juga menegaskan bahwa terciptanya demokrasi yang berintegritas di Pilkada 2024 tidak hanya membutuhkan integritas dari penyelenggara pemilu, tetapi juga dari peserta pemilu dan masyarakat. Ia mengajak generasi muda untuk mulai melakukan pengawasan partisipatif dari diri sendiri, lingkungan keluarga, hingga tingkat RT/RW.

“Kerja sama dan peran serta generasi muda sangat kami harapkan. Jadilah pengawas partisipatif untuk demokrasi yang berintegritas dan tanpa hoax di Pilkada 2024,” tutup Gistiawan.

Editor : Aris Munandar
Foto : Istimewa

toast

Media Sosial

news

Lokasi Bawaslu Provinsi

tanya

Konsultasi
Hukum Kepemiluan

Tanyakan right-circle
tanya

Konsultasi
Hukum Kepemiluan

Tanyakan right-circle