Bawaslu Imbau Kerja Kehumasan Pada Pilkada 2024 Harus Lebih Sigap
|
Anggota Bawaslu Lampung Ahmad Qohar dan Hamid Badrul Munir hadiri Konsolnas Strategi Komunikasi Humas Bawaslu Menghadapi Pilkada 2024 di Jakarta.
Mengawali kegiatan tersebut, Anggota Bawaslu Lolly Suhenty menyatakan, dalam Pilkada 2024 peran jajaran humas Bawaslu harus lebih sigap dalam menyampaikan informasi kepada publik. Dia berharap humas dapat memberikan hati dan rasa ketika melakukan setiap tugas.
"Saya melihat humas bisa lebih sigap dalam mewartakan, lebih tepat dalam menemukan sasaran dan penuh cita rasa dalam menyajikan informasi agar pesan tidak sekedar sampai tapi mampu menggerakkan," jelasnya dalam Konsolnas Strategi Komunikasi Humas Bawaslu Menghadapi Pilkada 2024 di Jakarta, Sabtu malam (20/4/2024)
Lolly meminta dalam menciptakan bentuk informasi kepada publik, humas tidak takut dalam berkreativitas, perlu ada keberanian untuk berbeda dan butuh inovasi. Dalam kehumasan, tambah Lolly, humas Bawaslu tidak boleh alergi terhadap perbedaan sebab itulah bentuk dari kelenturan.
"Humas itu harus kuat dalam bentuk pemberitaan publikasi memberikan informasi, dia harus kuat pesannya. Lalu menguatkan satu sama lain yang memberi pesan, dengan masyarakan yang diberi pesan, dengan insan jurnalis jembatan kita dengan masyarakat," jelas Kordiv Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Humas Bawaslu tersebut.
Bahkan dia meminta humas Bawaslu harus tahu menempatkan diri, dalam hubungan perlu kesetaraan, tidak mendominasi dan memberikan kemanfaatan. Dalam menjalankan tugasnya, Lolly juga merasa kelenturan perlu diterapkan seperti siap siaga dalam berkreativitas, siaga melakukan inovasi ingat dua hal itu butuh ketekunan.
"Berani berbeda, berani melakukan terobosan baru sebab kelenturan membutuhkan ketekunan dan keberanian. Strategi komunikasi berbicara soal rasa tidak hanya sekedar hubungan, harus ada kemajuan lebih dibanding sebelumnya," jelasnya.
Dalam kesempatan ini, Anggota Bawaslu Totok Hariyono mengatakan menuju pilkada harus banyak belajar dari pengalaman. Dia meminta humas Bawaslu di jajaran provinsi hingga kabupaten/kota ikut membantu kerja-kerja pengawasan lewat informasi yang informatif, insipiratif serta edukatif.
"Jadi humas bentuk aktualisasi kita membina hubungan dengan segala macam stakeholder dan seluruh lapisan masyarakat untuk satu tujuan menegakkan keadilan pemilu," tegas Totok.
Maka Totok meminta humas harus dapat menarasikan secara informatif dan mendidik. Sebab dia melihat tanpa narasi konstruktif tentu Bawaslu bisa saja tidak dikenal.
"Bawaslu harus hadir tidak mendengarkan katanya katanya, tanpa kita mampu bertindak. Ayo kita lakukan yang terbaik pemilu dan pilkada setelah itu selesai berkarya lebih baik," ucap Kordiv Hukum dan Sengketa Bawaslu ini.
Ditempat yang sama, Anggota Bawaslu Lampung Ahmad Qohar mengungkapkan Peran krusial bawaslu menjadi pondasi yang menopang keberhasilan Pengawasan di provinsi dan kabupaten kota serta Komunikasi yang efektif memperkuat kepercayaan publik kepada lembaga penyelenggara pemilu.
"Tantangan komplek serangan disinformasi yang merusak citra lembaga, pengaruh media sosial, serta berbagai kepentingan politik yang menggunakan narasi tidak benar memperngaruhi lembaga Bawaslu. Dengan Kegiatan ini menjadi tempat Pertukaran pengalaman strategi kehumasan di seluruh daerah. serta Kegiatan ini untuk membahas tantangan dan peluang menjelang dan paska tahapan pemilihan berlangsung," Pungkas Qohar.
