Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Dorong Partisipasi Mahasiswa Dalam Pengawasan Pemilihan 2024 Melalui Program Bawaslu Ngampus

Bawaslu Dorong Partisipasi Mahasiswa Dalam Pengawasan Pemilihan 2024 Melalui Program Bawaslu Ngampus

Ketua Bawaslu Provinsi Lampung Iskardo P. Panggar menjadi narasumber Bawaslu Ngampus di IAIN Metro, Sabtu (31/08).

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) terus berupaya meningkatkan partisipasi masyarakat, khususnya generasi muda, dalam pengawasan Pemilihan Serentak 2024. Menurut Ketua Bawaslu Provinsi Lampung Iskardo P. Panggar menjelaskan Salah satu inisiatif yang dilakukan adalah kegiatan “Bawaslu Ngampus” yang bertujuan untuk meningkatkan peran aktif mahasiswa dalam menjaga integritas pemilu. Acara ini berlangsung di beberapa perguruan tinggi, termasuk Universitas Lampung (Unila) dan UIN Raden Intan Lampung, sebagai bagian dari kolaborasi Bawaslu dengan institusi pendidikan.

Iskardo menekankan pentingnya partisipasi aktif generasi muda, khususnya mahasiswa, dalam menjaga demokrasi. Ia menjelaskan bahwa dalam demokrasi modern, pemilu merupakan satu-satunya jalan sah untuk mencapai tujuan legislatif maupun eksekutif, kecuali di wilayah Yogyakarta yang memiliki kekhususan tersendiri.

Iskardo mengutip pidato Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada International Democratic Forum di Nusa Dua, Bali, pada tahun 2010, di mana disebutkan bahwa ada tiga ancaman utama bagi demokrasi: politik uang, intimidasi, serta ujaran kebencian, hoaks, dan SARA. “Tiga hal ini adalah musuh besar demokrasi yang harus kita lawan bersama. Generasi muda, terutama mahasiswa, memiliki peran penting dalam melawan ancaman-ancaman ini, karena mereka adalah pengguna media sosial yang sangat aktif,” ujarnya saat menjadi narasumber Bawaslu Ngampus di IAIN Metro, Sabtu (31/08) .

Ia juga mengingatkan bahwa berdasarkan data Pemilu sebelumnya, hampir setengah dari pemilih di Lampung, yaitu sekitar 48,6%, berasal dari generasi milenial dan Gen Z. "Oleh karena itu, Bawaslu ingin generasi muda ini melek politik, melek demokrasi, dan paham betul pentingnya pemilu," kata Iskardo.

Iskardo juga mengangkat isu apatisme yang kerap ditemukan di kalangan anak muda terkait politik. Menurutnya, banyak dari generasi muda yang memandang politik sebagai sesuatu yang negatif, seperti jahat, kejam, dan penuh kebohongan. "Kita tidak bisa membiarkan generasi muda tumbuh dalam apatisme politik, karena mereka adalah calon pemimpin bangsa di masa depan. Jika mereka terus apatis, akan sulit membayangkan bagaimana kepemimpinan bangsa ini dipegang oleh generasi yang tidak peduli dengan politik," ungkap Iskardo.

Ia melanjutkan bahwa salah satu masalah utama yang dihadapi adalah politik uang, yang sering kali diterima oleh kaum muda dengan alasan pragmatis. Iskardo mencontohkan bahwa beberapa mahasiswa yang ditemuinya mengaku menerima uang politik dengan alasan “kalau bukan sekarang, kapan lagi?”. Mereka merasa bahwa uang yang mereka terima merupakan satu-satunya manfaat dari pemilihan, karena menurut mereka, hasil pemilu sering kali tidak memberikan dampak yang nyata terhadap kesejahteraan masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Iskardo menegaskan bahwa pemilu dan pemilihan harus memberikan dampak positif bagi masyarakat, baik dari segi pembangunan infrastruktur, pendidikan yang lebih terjangkau, stabilitas harga sembako, hingga penegakan hukum yang adil. "Inilah mimpi kita bersama: pemilu yang memberikan efek nyata terhadap kehidupan masyarakat," ujarnya.

Ia juga berharap bahwa generasi muda dapat lebih kritis dan aktif dalam pengawasan pemilu, bukan hanya sebagai pengamat pasif. "Anak-anak muda yang hadir dalam kegiatan Bawaslu Ngampus ini diharapkan dapat mengambil peran penting dalam memperbaiki demokrasi di Indonesia. Kritik yang membangun sangat diperlukan untuk mewujudkan bangsa yang lebih baik," tambahnya.

Sebagai penutup, Iskardo mengapresiasi kolaborasi yang telah terjalin antara Bawaslu dan perguruan tinggi dalam rangka mendukung program Merdeka Belajar yang digagas oleh pemerintah. Melalui kerja sama ini, diharapkan semakin banyak mahasiswa yang terlibat dalam proses pengawasan pemilu, sehingga tercipta pemilu yang lebih jujur, adil, dan bermartabat.

Editor : Aris Munandar
Foto : Humas Bawaslu Kota Metro

toast

Media Sosial

news

Lokasi Bawaslu Provinsi

tanya

Konsultasi
Hukum Kepemiluan

Tanyakan right-circle
tanya

Konsultasi
Hukum Kepemiluan

Tanyakan right-circle