Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Apresiasi Fatayat NU Lampung Gelar Worshop Pendidikan Politik Perempuan

Bawaslu Apresiasi Fatayat NU Lampung Gelar Worshop Pendidikan Politik Perempuan

Persepsi yang harus disamakan bahwa terdapat tujuan besar dalam konteks demokrasi. Begitu disampaikan Anggota Bawaslu Lampung, Imam Bukhori dalam agenda Sosialisasi Pendidikan Politik Perempuan yang diselenggarakan oleh PW. Fatayat NU Lampung

Imam menjelaskan Pemilu bukan hanya hajat penyelenggara saja, juga bukan hajat peserta saja, tetapi hajat semuanya yang masuk dalam warga negara Indonesia

"Artinya apabila terpikir bahwa pemilu adalah hajat semuanya maka akan timbul pemikiran tujuan adanya Pemilu, Minimal apabila sudah memiliki pemikiran yang sama bahwa pemilu merupakan hajat bersama maka timbul juga pemikiran bahwa pemilu harus disukseskan bersama, karena dalam konteks pengawasan semuanya berperan mengawasi, seluruh tahapan diawasi dan penting untuk bersama-sana bergandeng tangan" katanya

Apabila pemilu sudah berkualitas maka akan menghasilkan pemimpin yang berintegritas, tetapi itu juga akan mustahil dan menjadi hal yang tidak mungkin terjadi ketika masyarakat bersikap tidak peduli

Dalam konteks keterbukaan untuk kemantapan perempuan berperan ikut aktif dalam kegiatan apapun tidak dibatasi. Perempuan memang punya ambisi dan tujuan. Bahkan sekarang tuntutannya persamaan gender. Artinya antara laki-laki dan perempuan derajatnya hampir sama. Perempuan harus memantaskan diri sebelum terjun ke dunia yang diinginkan. Jangan sampai kekurangan yang dimiliki menjadikannya luntur, tetapi justru harusnya menambah semangat dengan cara meng-upgrade diri.

Fatayat sudah memiliki background berorganisasi yang artinya visioner harus jelas. Organisasi tersebut sifatnya terbuka, tidak ada yang melarang. Konteks yang lebih luas ternyata masih ada titik-titik yang harus dipenuhi. Pertama dalam kemauan. Kedua, jika sudah ada kemauan maka harus meng-upgrade diri untuk memunculkan kemampuan

"Saya secara pribadi sangat respect dan sangat terdorong ketika kaum perempuan aktif dalam hal yang seperti ini" ungkap Imam Bukhori

Untuk perempuan selain menjadi penyelenggara tetapi akan menjadi bakal calon untuk segera mempersiapkan diri secara personal, kapasitas dan lainnya. Hal tersebut dilakukan agar bisa bertarung di lapangan

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Fatayat NU Lampung Wirdayati menegaskan pentingnya mengikis budaya patriarki agar perempuan tidak merasa dibedakan dan tetap bisa mengekspresikan serta mengejar keinginannya. Karena perlahan sarana prasarana berkembang maka perempuan harus bisa menyesuaikan perkembangan tersebut.

"Saya sepakat bahwa tanggung jawab kesuksesan pemilu menjadi tanggung jawab kita semua, bukan hanya sebagai penyelenggara. Kita juga harus siap sebagai kader Fatayat demi menyukseskan pemilu kedepan" sambut Wirda.

toast

Media Sosial

news

Lokasi Bawaslu Provinsi

tanya

Konsultasi
Hukum Kepemiluan

Tanyakan right-circle
tanya

Konsultasi
Hukum Kepemiluan

Tanyakan right-circle