Antisipasi Sengketa Pemilu, Bawaslu RI Gandeng Justitia Gelar Pelatihan Dan Sertifikasi Mediator
|
Jelang Pemilihan Umum (Pemilu) 2024, Badan Pengawas Pemilihan Umum Republik Indonesia (Bawaslu RI) mempercayakan Justitia Training Center untuk menyelenggarakan Pelatihan dan Sertifikasi Mediator.
Adapun kegiatan terbagi atas 2 (dua) batch, di mana batch pertama terlaksana pada 21-24 Agustus dan batch kedua terlaksana pada 22-25 Agustus 2023 di Jakarta.
Masing masing batch diikuti oleh 61 komisioner Bawaslu yang berasal dari berbagai provinsi di seluruh Indonesia, dalam hal ini Anggota Bawaslu Lampung Imam Bukhori dan Ahmad Qohar mengikuti Pelatihan tersebut.
Menurut Kepala Pusat Kajian Penelitian Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan Bawaslu RI Ibrahim Malik Tanjung mengatakan kegiatan ini memiliki urgensi tinggi karena sangat dibutuhkan oleh jajaran Bawaslu, khususnya komisioner.
“Tahapan Pemilu sudah dimulai dan tidak menutup kemungkinan munculnya banyak sengketa proses di setiap provinsi. Untuk itu sangat diperlukan pelatihan mediasi untuk menambah pengetahuan, pengalaman, juga sebagai ajang silaturahmi Bapak/Ibu sekalian,†lanjut Ibrahim
Dikonfirmasi oleh tim Humas Bawaslu Lampung, Imam Bukhori menerangkan mediasi adalah kombinasi antara substansi hukum dan praktikal dalam hukum. Menurutnya penting jika Anggota Bawaslu Provinsi maupun Bawaslu Kabupaten/Kota bisa belajar terkait substansi nya karena praktiknya sudah dilakukan.
"Ke depan kami harapkan dengan kemampuan yang dimiliki maka ada sesuatu yang berbeda di Bawaslu baik cara melakukan penegakan hukum maupun pengawasan," ujar Imam.
Di kesempatan yang sama, Ahmad Qohar menuturkan langkah Bawaslu RI dalam melakukan pembinaan dan pembaharuan pengetahuan memang harus terus dilakukan untuk bekal mengawasi pemilu ke depan.
"Dalam pembinaan ini diharapkan kita yang mengikuti harus ada perkembangan pengetahuan, maka diharapkan bisa memahami betul dalam melaksanakan tugas dalam hal sengketa proses," jelas Qohar.
