Lompat ke isi utama

Berita

FISIP Unila Sosialisasikan Program Pascasarjana Untuk Tingkatkan SDM Bawaslu Lampung

.

Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Lampung melaksanakan Sosialisasi Program Magister dan Doktoral FISIP Unila dalam rangka peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) pengawas pemilu di lingkungan Bawaslu se-Provinsi Lampung. Kegiatan tersebut berlangsung di Kantor Bawaslu Provinsi Lampung pada Rabu (13/05).

Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Lampung melaksanakan Sosialisasi Program Magister dan Doktoral FISIP Unila dalam rangka peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) pengawas pemilu di lingkungan Bawaslu se-Provinsi Lampung. Kegiatan tersebut berlangsung di Kantor Bawaslu Provinsi Lampung pada Rabu (13/05).

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kapasitas akademik dan profesional jajaran Bawaslu melalui pendidikan lanjutan, sekaligus mempererat sinergi antara institusi pendidikan tinggi dan lembaga pengawas pemilu.

Plt. Kepala Sekretariat Bawaslu Provinsi Lampung, Achmad Sutiono, mengatakan peningkatan kualitas SDM menjadi salah satu prioritas penting dalam mendukung kinerja kelembagaan Bawaslu di tengah tantangan pengawasan pemilu yang semakin kompleks.

“Dalam rangka meningkatkan kualitas sumber daya manusia, kami menyampaikan sambutan kepada Dekan FISIP sebagai bagian dari gerakan sosialisasi program pascasarjana. Kegiatan ini menjadi salah satu langkah strategis dalam mendorong tumbuhnya semangat akademik dan pengembangan kompetensi di lingkungan civitas akademika maupun masyarakat luas,” ujar Achmad Sutiono.

Ia menegaskan, pendidikan lanjutan memiliki peran penting dalam membentuk SDM yang unggul, adaptif, dan mampu menjawab tantangan perkembangan zaman. Menurutnya, peningkatan kapasitas aparatur tidak hanya dilakukan melalui pelatihan teknis, tetapi juga melalui penguatan akademik yang berkelanjutan.

“Kami meyakini bahwa pendidikan lanjutan memiliki peran penting dalam membentuk SDM yang unggul, adaptif, dan mampu menjawab tantangan perkembangan zaman,” lanjutnya.

Dalam kegiatan tersebut, Bawaslu Lampung juga menghadirkan sejumlah anggota yang telah menempuh pendidikan sarjana maupun pascasarjana untuk berbagi pengalaman dan motivasi kepada peserta sosialisasi.

“Pada kesempatan ini, kami menghadirkan anggota kami yang telah menempuh pendidikan sarjana maupun pascasarjana untuk berbagi pengalaman, wawasan, dan motivasi kepada peserta kegiatan. Kehadiran mereka diharapkan dapat memberikan gambaran nyata mengenai manfaat pendidikan tinggi dalam meningkatkan kapasitas diri, baik dari sisi akademik, profesional, maupun pengembangan kepemimpinan,” katanya.

Achmad Sutiono berharap kegiatan sosialisasi tersebut dapat mendorong semakin banyak jajaran Bawaslu untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi sebagai investasi jangka panjang dalam pengembangan kompetensi dan kualitas kelembagaan.

“Program pascasarjana bukan hanya menjadi sarana pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga wadah untuk melahirkan inovasi, pemikiran kritis, dan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah maupun nasional,” ujarnya.

Sementara itu, Kaprodi Doktoral Studi Pembangunan FISIP Unila, Prof. Intan Fitri Meutia, menyampaikan bahwa sosialisasi tersebut merupakan bentuk dukungan Universitas Lampung terhadap peningkatan kapasitas SDM di lingkungan Bawaslu.

“Dalam rangka mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia di lingkungan Bawaslu, kami menghadirkan narasumber dan perwakilan dari Universitas Lampung untuk memperkenalkan berbagai program studi pascasarjana yang relevan dengan kebutuhan pengembangan kapasitas kelembagaan,” jelasnya.

Ia menyebutkan beberapa program studi unggulan yang diperkenalkan dalam kegiatan tersebut, di antaranya bidang Ilmu Pemerintahan, Administrasi, Komunikasi, dan Pembangunan. Program-program itu dinilai relevan untuk mendukung penguatan kompetensi pengawas pemilu.

“Melalui pendidikan pascasarjana, peserta tidak hanya memperoleh penguatan teori dan wawasan, tetapi juga kemampuan analisis, kepemimpinan, komunikasi publik, serta perencanaan pembangunan yang dibutuhkan dalam pelaksanaan tugas kelembagaan,” ungkap Prof. Intan.

Menurutnya, pendidikan pascasarjana juga menjadi investasi strategis dalam membangun aparatur yang profesional, inovatif, dan mampu beradaptasi dengan dinamika kebijakan maupun perkembangan masyarakat.

“Pascasarjana bukan hanya menjadi sarana pengembangan karier, tetapi juga investasi jangka panjang dalam menciptakan aparatur yang berintegritas, inovatif, dan memiliki kemampuan adaptasi terhadap perkembangan kebijakan dan dinamika masyarakat,” tuturnya.

.
.
.
.

Editor : Mayu Shofa/Aris Munandar
Foto : Fakhmi Umar

Tag
Berita
toast

Media Sosial

news

Lokasi Bawaslu Provinsi

tanya

Konsultasi
Hukum Kepemiluan

Tanyakan right-circle
tanya

Konsultasi
Hukum Kepemiluan

Tanyakan right-circle