Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Lampung Tekankan Pentingnya Literasi Dalam Memperkuat Demokrasi

.

Ketua Bawaslu Provinsi Lampung Iskardo P. Panggar menghadiri peluncuran dan bedah buku berjudul “KAHMI untuk Indonesia: Berpikir, Berjuang, Mengabdi untuk Bangsa dan Peradaban” yang diselenggarakan oleh PW KAHMI di Bandar Lampung, Rabu (21/10/2026).

Ketua Bawaslu Provinsi Lampung Iskardo P. Panggar menghadiri peluncuran dan bedah buku berjudul “KAHMI untuk Indonesia: Berpikir, Berjuang, Mengabdi untuk Bangsa dan Peradaban” yang diselenggarakan oleh PW KAHMI di Bandar Lampung, Rabu (21/10/2026).

Kegiatan tersebut turut dihadiri Koordinator Presidium Majelis Nasional KAHMI Ahmad Doli Kurnia Tandjung yang juga Anggota Komisi II DPR RI, serta jajaran KAHMI Provinsi Lampung.

Ketua Bawaslu Provinsi Lampung Iskardo P. Panggar mengapresiasi peluncuran buku tersebut sebagai bagian dari upaya merawat tradisi intelektual sekaligus mendokumentasikan gagasan, pengalaman, dan pengabdian untuk kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Buku bukan sekadar kumpulan tulisan, tetapi menjadi ruang untuk merawat gagasan dan meninggalkan jejak pemikiran bagi generasi berikutnya. Semangat berpikir, berjuang, dan mengabdi yang diangkat dalam buku ini memiliki relevansi dengan upaya bersama membangun kehidupan demokrasi yang semakin matang,” ujar Iskardo.

Menurutnya, demokrasi membutuhkan keterlibatan berbagai elemen masyarakat, termasuk kalangan intelektual dan organisasi kemasyarakatan, untuk terus menghadirkan gagasan yang konstruktif bagi bangsa.

“Demokrasi tidak cukup hanya dibangun melalui proses elektoral. Demokrasi juga membutuhkan budaya dialog, tradisi berpikir kritis, serta kesadaran untuk menempatkan kepentingan bangsa di atas kepentingan kelompok maupun pribadi,” katanya.

Iskardo menambahkan, peluncuran dan bedah buku menjadi ruang penting untuk mempertemukan berbagai pemikiran sekaligus memperkuat budaya literasi. Gagasan yang dituangkan dalam sebuah karya diharapkan tidak berhenti sebagai dokumentasi, tetapi dapat menjadi bahan refleksi dalam menjawab berbagai tantangan kebangsaan.

“Tradisi intelektual harus terus hidup. Dari membaca, berdiskusi, dan bertukar gagasan akan lahir perspektif yang lebih luas. Hal ini penting agar setiap pengabdian kepada masyarakat dan bangsa selalu dilandasi pengetahuan, integritas, serta tanggung jawab,” ungkapnya.

Dalam konteks pengawasan Pemilu, Iskardo menilai semangat pengabdian dan integritas juga menjadi nilai penting dalam menjaga kualitas demokrasi. Bawaslu membutuhkan dukungan dan partisipasi seluruh elemen masyarakat untuk membangun pengawasan yang semakin partisipatif.

“Bawaslu tidak dapat menjaga demokrasi sendirian. Pengawasan Pemilu membutuhkan partisipasi masyarakat. Karena itu, ruang-ruang intelektual seperti ini juga penting untuk terus menumbuhkan kesadaran bersama bahwa menjaga demokrasi merupakan tanggung jawab seluruh elemen bangsa,” pungkas Iskardo.

.
.

Editor : Mayu Shofa/Fakhmi Umar
Foto : Aris Munandar

Tag
Berita
toast

Media Sosial

news

Lokasi Bawaslu Provinsi

tanya

Konsultasi
Hukum Kepemiluan

Tanyakan right-circle
tanya

Konsultasi
Hukum Kepemiluan

Tanyakan right-circle