Bawaslu Lampung Jadikan WFH Ruang Belajar Dan Berbagi Pengetahuan
|
Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Lampung menggelar Knowledge Sharing serta pemaparan tugas dan fungsi secara daring melalui Zoom Meeting, Jumat (2/10/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari program internal jajaran Bawaslu Provinsi Lampung selama pelaksanaan Work From Home (WFH).
Kegiatan Knowledge Sharing dirancang sebagai ruang pembelajaran dan berbagi pengetahuan bagi jajaran sekretariat. Program ini akan dilaksanakan secara rutin setiap Selasa dan Jumat dengan menghadirkan presenter dari setiap bagian secara bergiliran.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Sekretariat Bawaslu Provinsi Lampung, Achmad Sutiono, mengatakan pelaksanaan WFH tidak seharusnya dimaknai sebagai kesempatan untuk berlibur. Menurutnya, produktivitas jajaran tetap harus terjaga meskipun pekerjaan dilakukan dari luar kantor.
“Hal ini didasari pada semangat untuk merubah stigma bahwasanya pelaksanaan Work From Home itu bukan merupakan kesempatan untuk libur. Jadi, walaupun kita teragendakan melaksanakan WFH dan dilaksanakan di luar kantor, tetapi produktivitas juga tetap harus terjaga,” ujar Achmad.
Ia menjelaskan, kegiatan Knowledge Sharing akan dilaksanakan secara bergilir dengan menghadirkan dua orang presenter dari setiap bagian. Presenter akan menyampaikan tugas pokok dan fungsi, job desk, program kerja, serta berbagai kegiatan yang dilaksanakan pada bagian masing-masing.
Selain itu, forum tersebut juga dapat menjadi ruang untuk membahas kebutuhan dukungan dan kolaborasi antarbagian serta kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan pekerjaan.
“Setiap bagian dalam setiap sesi menampilkan dua orang presenter yang nantinya akan menyampaikan job desk-nya, tugas pokok dan fungsi yang diampu, kemudian program kerja dan program kegiatan. Kalau dibutuhkan dukungan dalam bentuk kolaborasi dengan bagian-bagian terkait dan kendala-kendala yang dihadapi, itu nanti bisa disetting sesi curah pendapat di forum ini,” jelasnya.
Anggota Bawaslu Provinsi Lampung, Imam Bukhori, turut memberikan arahan dalam kegiatan tersebut. Ia menilai Knowledge Sharing merupakan bagian dari upaya upgrading pengetahuan dan kompetensi jajaran sekretariat.
Imam mengatakan, meskipun pelaksanaan kegiatan berlangsung pada masa WFH, jajaran tetap dituntut produktif dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab kelembagaan.
“Kita selalu harus upgrade saintifikanya dan ini bagian dari langkah-langkah yang memang dibuat oleh teman-teman sekretariat melalui Pak Kasek Bawaslu Provinsi Lampung,” ujar Imam.
Ia mengapresiasi sejumlah kegiatan yang telah dilakukan jajaran sekretariat, termasuk rapat rutin dan evaluasi serta monitoring terhadap jajaran Bawaslu kabupaten/kota. Menurutnya, berbagai kegiatan tersebut perlu terus dijaga dan ditingkatkan.
Namun, Imam juga memberikan evaluasi terhadap pelaksanaan kegiatan perdana, khususnya terkait kesiapan teknis penyelenggaraan acara secara daring. Ia menekankan pentingnya persiapan ketika seseorang mendapat tugas sebagai moderator, operator maupun bagian lain dalam sebuah kegiatan.
Selain kemampuan teknis, Imam menekankan pentingnya kemampuan komunikasi dan kepercayaan diri. Menurutnya, seorang ASN perlu terus berlatih agar mampu menyampaikan gagasan secara jelas tanpa selalu bergantung pada teks.
“Jangan terpaku pada teks. Kita hanya mengambil poin-poinnya yang harus kita improvisasi dan harus kita kembangkan secara mandiri, dan itu bagian dari upgrading saintifika kita,” katanya.
Imam juga mengingatkan bahwa jajaran Bawaslu Provinsi memiliki tanggung jawab untuk memberikan bimbingan dan pembinaan kepada jajaran Bawaslu kabupaten/kota. Karena itu, peningkatan kapasitas dan pengetahuan harus menjadi bagian dari proses pengembangan diri.
“Teman-teman di provinsi ini harus selalu upgrade ilmu pengetahuannya, harus upgrade saintifiknya. Kenapa? Karena kita akan menjadi panutan bagi teman-teman kabupaten/kota,” ujar Imam.
Ia menilai kemampuan berbicara di depan publik juga membutuhkan latihan secara berulang. Forum Knowledge Sharing diharapkan tidak berhenti sebagai agenda rutin, tetapi benar-benar dimanfaatkan sebagai ruang untuk membangun keberanian, mental, kemampuan komunikasi, serta penguasaan materi.
“Jadi mental, kepercayaan diri, upgrade pengetahuan, itu yang harus selalu kita olah, selalu kita kembangkan,” katanya.
Imam mengingatkan jajaran agar tidak memandang kegiatan tersebut hanya sebagai formalitas untuk mengisi agenda WFH. Setiap proses, termasuk kendala teknis yang muncul dalam kegiatan, menurutnya dapat menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kesiapan ketika menghadapi kegiatan yang lebih formal.
Editor : Mayu Shofa/Fakhmi Umar
Foto : Aris Munandar