Seminar Wawasan Kebangsaan Polda Lampung, Karno Paparkan Peran Dan Strategi Bawaslu
|
Anggota Bawaslu Prov. Lampung Karno Ahmad Satarya menjadi nara sumber Merajut Bhineka Tunggal Ika Melalui Penguatan Demokrasi dalam Penyelenggaraan Pemilu Serentak Tahun 2024, dalam acara Seminar Wawasan Kebangsaan yang diselenggarakan Kepolisian Daerah Lampung di Hotel Emersia, (16/02).
Dalam kesempatan tersebut Karno A. Satarya menjelaskan peran dan strategi Bawaslu dalam mewujudkan pembangunan demokrasi dalam penyelenggaraan Pemilu, bahwa Pencegahan diutamakan sebelum tahapan pemilu berlangsung dengan melihat potensi pelanggaran yang dapat terjadi, Pencegahan dilakukan agar pelanggaran tidak terjadi.
Langkah Bawaslu untuk meminimalisir potensi pelanggaran diantranya menyusun Indeks Kerawan Pemilu disetiap titik di Provinsi Lampung, TPS yang memungkinkan terjadi kerawanan kecurangan, memberikan surat himbauan kepada penyelenggara, Parpol dan Masyarakat, mengkaji media kampanye berbasis Sosial Media, sosialisasi pengawasan pemilu, pencegahan lapangan, serta kerjasama pengawasan partisipatif.
Dia melanjutkan, bentuk pengawasan partisipatif yang dilakukan oleh Bawaslu yaitu Mendorong kesadaran pemilih akan pentingnya pengawasan partisipatif, Mendorong pemangku kepentingan untuk berperan serta dalam pengawasan partisipatif, Mencegah terjadinya politik pragmatis-transaksional untuk mewujudkan suasana yang kondusif bagi penyelenggara Pemilu yang aman, damai, tertib dan lancar.
“Dalam menyukseskan pengawasan Pemilu, Masyarakat memiliki peran penting dalam mengajak segenap elemen di lingkungan sosial masyarakat untuk melakukan pengawasan dalam Pemilu, sehingga pelibatan masyarakat dalam berbagai kegiatan kepengawasan Pemilu menjadi lebih strategis†Tutupnya.
Hadir dalam acara tersebut sekaligus menjadi Narasumber Kepala Kanwil Kementerian Agama Prov. Lampung Puji Raharjo yang menjelaskan tentang pentingnya merajut kebersamaan Bhineka Tunggal Ika guna menangkal paham Radikalisme, Terorisme dan Intoleran.
