Kickoff P2P Dimulai, Bawaslu Tanamkan Kesadaran Soal Pemilu Ke Masyarakat
|
Anggota Bawaslu Lolly Suhenty saat membuka Kick-Off P2P dengan tema 'Berfungsi dan Bergerak untuk Pemilu 2029 yang Bermartabat' pada Senin (7/7)
Anggota Bawaslu Provinsi Lampung turut menghadiri kegiatan Kick-Off Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) yang digelar Bawaslu RI secara virtual melalui Zoom Meeting pada Senin (7/7). Acara ini mengusung tema Berfungsi dan Bergerak untuk Pemilu 2029 yang Bermartabat.
Kegiatan Kick-Off ini dibuka secara resmi oleh Anggota Bawaslu RI, Lolly Suhenty, yang menekankan bahwa pendidikan pengawasan partisipatif bukan sekadar agenda rutin kelembagaan, melainkan fondasi utama dalam membangun demokrasi yang inklusif dan partisipatif.
"Ada jalan panjang untuk menghasilkan pemilu yang berkualitas. Salah satu cara memastikan itu adalah melalui Pendidikan Pengawasan Partisipatif. Masa non-tahapan adalah masa kita menyemai, agar saat pemilu yang akan datang, semua tatanan sudah siap, termasuk kesadaran masyarakat untuk menjadikan pemilu milik dirinya sendiri," ujar Lolly Suhenty dalam sambutannya.
Menurut Lolly, program P2P merupakan penyempurnaan dari berbagai inisiatif pengawasan partisipatif yang telah dirintis sejak 2014. Dimulai dari Gerakan Sejuta Relawan Pengawas Pemilu, berkembang menjadi Sekolah Kader Pengawasan Partisipatif (SKPP) pada 2018, dan akhirnya disempurnakan menjadi P2P sejak 2022.
“P2P adalah ruang diskusi, ruang refleksi, sekaligus ruang transformasi kesadaran. Di sinilah kita menampung aspirasi masyarakat untuk mengevaluasi pemilu sebelumnya, dan mempersiapkan pemilu yang lebih baik di masa depan,†tambah Lolly.
Lolly juga menegaskan bahwa dengan sejarah panjang serta urgensinya bagi penguatan demokrasi Indonesia, P2P patut menjadi program prioritas nasional. Ia optimistis bahwa program ini akan mendapat dukungan penuh dari berbagai pemangku kepentingan, termasuk pemerintah pusat dan daerah.
Turut memberikan sambutan dalam kegiatan ini, Wakil Gubernur Sumatera Utara, Musa Rajekshah, yang mendukung penuh program P2P. Ia mengajak para peserta untuk mengikuti program secara berkelanjutan.
"Saya minta peserta mengikuti kegiatan ini secara terus-menerus. Karena penting bagi kita semua memastikan bahwa pelaksanaan P2P membawa pesta demokrasi yang lebih tertib, disiplin, dan taat hukum, terutama dalam penegakan undang-undang,†ujarnya.
Hamid Badrul Munir, Anggota Bawaslu Provinsi Lampung saat dikonfirmasi tim humas Bawaslu Lampung, menyampaikan pandangannya terkait kegiatan Kick-Off tersebut.
"Kami di Bawaslu Provinsi Lampung melihat P2P bukan hanya sebagai program pendidikan, tetapi sebagai investasi jangka panjang bagi masa depan demokrasi. Ini saatnya kita menyemai kesadaran masyarakat sejak awal, agar ketika tahapan pemilu dimulai, mereka sudah siap menjadi bagian aktif dari pengawasan," ujar HBM.
Ia juga menambahkan bahwa partisipasi masyarakat dalam pengawasan pemilu bukan hanya pelengkap, tetapi menjadi pilar penting yang harus terus dibina dan diperkuat.
“P2P adalah bentuk nyata dari demokrasi partisipatif. Masyarakat bukan hanya objek dalam proses pemilu, tetapi juga subjek aktif yang berhak mengawal proses itu agar jujur, adil, dan berintegritas,†tegasnya.
HBM berharap agar seluruh jajaran Bawaslu di kabupaten/kota se-Lampung dapat mengadopsi semangat dan nilai-nilai P2P ke dalam strategi kerja pengawasan ke depan. Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor, termasuk dunia pendidikan, organisasi masyarakat, dan kelompok pemuda, untuk memperluas jangkauan pendidikan pengawasan partisipatif.
Editor : Humas Bawaslu RI/Aris Munandar
Foto : Humas Bawaslu RI
