Bawaslu Perkuat Profesionalitas Pengawas Melalui Pembinaan Evaluatif
|
Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) terus memperkuat profesionalitas pengawas pemilu dengan merumuskan strategi pengembangan sumber daya manusia (SDM). Hal ini diwujudkan melalui pelaksanaan Diskusi Kelompok Terpumpun (DKT) Pembinaan Evaluatif untuk Strategi Pengembangan SDM Pengawas Pemilu yang berlangsung di Surabaya, Kamis (18/9).
Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) terus memperkuat profesionalitas pengawas pemilu dengan merumuskan strategi pengembangan sumber daya manusia (SDM). Hal ini diwujudkan melalui pelaksanaan Diskusi Kelompok Terpumpun (DKT) Pembinaan Evaluatif untuk Strategi Pengembangan SDM Pengawas Pemilu yang berlangsung di Surabaya, Kamis (18/9).
Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Anggota Bawaslu Republik Indonesia Herwyn JH Malonda dan jajaran Bawaslu Provinsi dari berbagai daerah, termasuk Anggota Bawaslu Provinsi Lampung Imam Bukhori.
Dalam kesempatan itu, Herwyn menegaskan pentingnya konsistensi pengawas pemilu dalam menjaga integritas proses demokrasi. Menurutnya, konsistensi merupakan modal utama untuk mencegah pelanggaran, memastikan setiap tahapan berjalan sesuai aturan, serta menjaga kepercayaan publik.
“Pentingnya konsistensi penyelenggara pemilu dalam mengawasi jalannya proses demokrasi,†ujar Herwyn.
Selain itu, Herwyn juga menyoroti perlunya transparansi dan profesionalitas dalam proses rekrutmen pengawas pemilu. Ia menekankan bahwa seleksi harus dilakukan secara terbuka, akuntabel, dan berbasis kompetensi untuk menghasilkan jajaran pengawas yang berintegritas, kapabel, dan memiliki dedikasi tinggi terhadap amanah konstitusi.
Melalui forum ini, Bawaslu menegaskan komitmennya untuk terus melakukan pembinaan evaluatif agar setiap pengawas tidak hanya bekerja sesuai prosedur, tetapi juga menjunjung tinggi prinsip keadilan, kemandirian, dan keberpihakan pada kepentingan publik.
“Penguatan SDM adalah kunci utama dalam memastikan pengawasan pemilu berjalan profesional dan dipercaya masyarakat,†tegas Herwyn.
Menambahkan hal tersebut, Anggota Bawaslu Provinsi Lampung Imam Bukhori menilai kegiatan pembinaan evaluatif ini sangat penting untuk memperkokoh kesiapan pengawas di daerah.
“Pembinaan evaluatif ini memberi ruang bagi kita untuk belajar, merefleksikan pengalaman, sekaligus menyusun strategi baru. Dengan SDM yang kuat, kita bisa menghadapi tantangan pengawasan pemilu yang semakin kompleks,†ungkap Imam.
Imam menegaskan, Bawaslu Lampung akan terus berkomitmen memperkuat kapasitas jajaran, sehingga integritas demokrasi dapat terjaga dengan baik di daerah.
Melalui DKT ini, diharapkan lahir strategi baru yang mampu menjawab tantangan pengawasan pemilu di masa mendatang sekaligus memperkokoh posisi Bawaslu sebagai lembaga yang menjaga demokrasi Indonesia tetap bermartabat.Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) terus memperkuat profesionalitas pengawas pemilu dengan merumuskan strategi pengembangan sumber daya manusia (SDM). Hal ini diwujudkan melalui pelaksanaan Diskusi Kelompok Terpumpun (DKT) Pembinaan Evaluatif untuk Strategi Pengembangan SDM Pengawas Pemilu yang berlangsung di Surabaya, Kamis (18/9).
Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Anggota Bawaslu Republik Indonesia Herwyn JH Malonda dan jajaran Bawaslu Provinsi dari berbagai daerah, termasuk Anggota Bawaslu Provinsi Lampung Imam Bukhori.
Dalam kesempatan itu, Herwyn menegaskan pentingnya konsistensi pengawas pemilu dalam menjaga integritas proses demokrasi. Menurutnya, konsistensi merupakan modal utama untuk mencegah pelanggaran, memastikan setiap tahapan berjalan sesuai aturan, serta menjaga kepercayaan publik.
“Pentingnya konsistensi penyelenggara pemilu dalam mengawasi jalannya proses demokrasi,†ujar Herwyn.
Selain itu, Herwyn juga menyoroti perlunya transparansi dan profesionalitas dalam proses rekrutmen pengawas pemilu. Ia menekankan bahwa seleksi harus dilakukan secara terbuka, akuntabel, dan berbasis kompetensi untuk menghasilkan jajaran pengawas yang berintegritas, kapabel, dan memiliki dedikasi tinggi terhadap amanah konstitusi.
Melalui forum ini, Bawaslu menegaskan komitmennya untuk terus melakukan pembinaan evaluatif agar setiap pengawas tidak hanya bekerja sesuai prosedur, tetapi juga menjunjung tinggi prinsip keadilan, kemandirian, dan keberpihakan pada kepentingan publik.
“Penguatan SDM adalah kunci utama dalam memastikan pengawasan pemilu berjalan profesional dan dipercaya masyarakat,†tegas Herwyn.
Menambahkan hal tersebut, Anggota Bawaslu Provinsi Lampung Imam Bukhori menilai kegiatan pembinaan evaluatif ini sangat penting untuk memperkokoh kesiapan pengawas di daerah.
“Pembinaan evaluatif ini memberi ruang bagi kita untuk belajar, merefleksikan pengalaman, sekaligus menyusun strategi baru. Dengan SDM yang kuat, kita bisa menghadapi tantangan pengawasan pemilu yang semakin kompleks,†ungkap Imam.
Imam menegaskan, Bawaslu Lampung akan terus berkomitmen memperkuat kapasitas jajaran, sehingga integritas demokrasi dapat terjaga dengan baik di daerah.
Melalui DKT ini, diharapkan lahir strategi baru yang mampu menjawab tantangan pengawasan pemilu di masa mendatang sekaligus memperkokoh posisi Bawaslu sebagai lembaga yang menjaga demokrasi Indonesia tetap bermartabat.
Editor : Humas Bawaslu RI/Mayu Shofa/Aris Munandar
Foto : Humas Bawaslu RI
