Bawaslu Lampung Tekankan Jajaran Pentingnya Loyalitas Dan Integritas Dalam Pengawasan PSU Di Pesawaran
|
Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Lampung, Imam Bukhori, menekankan pentingnya menjaga loyalitas dan integritas bagi jajaran pengawas Pemilu di Kabupaten Pesawaran dalam mengawal pelaksanaan Pemungutan Suara Ulang (PSU). Hal ini disampaikannya dalam kegiatan Peningkatan Kapasitas Pengawas Pemilu yang digelar Bawaslu Kabupaten Pesawaran, pada Senin (14/4).
Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Lampung, Imam Bukhori, menekankan pentingnya menjaga loyalitas dan integritas bagi jajaran pengawas Pemilu di Kabupaten Pesawaran dalam mengawal pelaksanaan Pemungutan Suara Ulang (PSU). Hal ini disampaikannya dalam kegiatan Peningkatan Kapasitas Pengawas Pemilu yang digelar Bawaslu Kabupaten Pesawaran, pada Senin (14/4).
Imam Bukhori mengingatkan bahwa dari 15 kabupaten/kota di Provinsi Lampung, hanya Kabupaten Pesawaran yang melaksanakan PSU pada tahun 2025 ini. Menurutnya, hal ini menjadi tantangan sekaligus pekerjaan rumah (PR) bagi pengawas Pemilu setempat.
"PSU merupakan dinamika demokrasi yang harus dilaksanakan dan dipatuhi oleh seluruh penyelenggara Pemilu. Oleh karena itu, soliditas dan profesionalisme pengawas Pemilu mutlak diperlukan," tegas Imam, yang akrab disapa dengan panggilan tersebut.
Imam menjelaskan bahwa soliditas tim pengawas sangat berperan dalam mensukseskan PSU. Pasalnya, dalam konteks kualitas, kapasitas SDM pengawas Pemilu seringkali belum mumpuni untuk mengawasi peserta, penyelenggara, sekaligus masyarakat.
"Tantangan pengawasan tidak hanya datang dari peserta dan penyelenggara Pemilu, tetapi juga dari masyarakat yang harus diawasi agar proses PSU berjalan lancar dan sesuai aturan," jelasnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya koordinasi dengan seluruh stakeholders di tingkat kecamatan dalam waktu dekat. "Lima bulan ke depan adalah masa krusial. Pengawas harus bekerja maksimal, berkoordinasi dengan baik, dan memastikan tidak ada celah pelanggaran," ujarnya.
Selain menekankan pentingnya soliditas, Imam Bukhori juga mengingatkan para pengawas Pemilu untuk selalu membawa dokumen pendukung saat bertugas. Tidak hanya tanda pengenal, tetapi juga dokumen penting seperti Form A, yang menjadi bukti autentik hasil kinerja pengawasan.
"Form A tidak sekadar administrasi, melainkan bukti hukum yang kuat. Jika ada masalah, dokumen inilah yang akan menjadi alat verifikasi," tegasnya.
Ia meminta seluruh pengawas untuk tidak lengah dalam pendokumentasian hasil pengawasan. "Setiap temuan harus dicatat dengan detail dan dilaporkan sesuai prosedur. Jangan sampai ada dokumen yang terlewat atau tidak valid," imbuhnya.
Editor : Aris Munandar/Humas Bawaslu Kabupaten Pesawaran
Foto : Humas Bawaslu Kabupaten Pesawaran
