Bawaslu Lampung Hadiri Tanwir Ikatan Pelajar Muhammadiyah, Dorong Kader Siap Hadapi Tantangan Indonesia Emas 2045
|
Anggota Bawaslu Lampung, Gistiawan, hadiri Tanwir Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) yang digelar di GSG UNILA, Selasa (17/12).
Anggota Bawaslu Lampung, Gistiawan, hadiri Tanwir Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) yang digelar di GSG UNILA, Selasa (17/12). Kegiatan yang menjadi forum permusyawaratan tertinggi setelah Muktamar ini dihadiri sejumlah tokoh nasional, seperti Pimpinan Pusat IPM Riandy Prawita, Sekretaris PP Muhammadiyah M. Izzul Muslimin, S.I.P., Menteri Koordinator Bidang Pangan Indonesia Zulkifli Hasan, serta kader-kader IPM dari seluruh Indonesia.
Dalam sambutannya, Ketua Umum PP IPM Riandy Prawita selaku Pimpinan Pusat IPM, menegaskan pentingnya peran pelajar dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045. Ia menyebutkan bahwa Tanwir kali ini menjadi ajang strategis untuk mendapatkan masukan dari seluruh kader IPM di Indonesia. Salah satu isu penting yang diusulkan adalah perlunya Undang-Undang Perlindungan Pelajar. "Pelajar harus mendapatkan perlindungan yang memadai dari negara. Kehidupan bangsa berawal dari anak muda. Sebagai anak muda, kita harus punya kemampuan untuk membantu pemerintah," tegas Riandy.
Sekretaris PP Muhammadiyah, M. Izzul Muslimin, dalam paparannya mengungkapkan bahwa forum Tanwir harus menjadi sarana menghasilkan keputusan yang berdampak besar, baik untuk organisasi maupun bangsa. Ia juga memberikan motivasi kepada kader IPM agar berani tampil dan menghadapi tantangan di masa depan. "Kader IPM harus menjadi generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga tangguh. Jangan takut bermimpi besar dan berjuang lebih keras untuk menggapai cita-cita," ujarnya.
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, yang juga hadir dan membuka acara secara resmi, menyoroti pentingnya peran generasi muda dalam pembangunan bangsa. Ia berbicara tentang ketahanan pangan sebagai salah satu pilar utama menuju Indonesia Emas 2045. "Untuk tahun depan, kita tidak akan lagi mengimpor beras, garam, jagung, dan gula untuk konsumsi. Kita akan fokus pada pemberdayaan perkebunan rakyat," katanya. Ia juga menekankan pentingnya keberanian dan semangat juang untuk mencapai kemajuan.
Gistiawan, Anggota Bawaslu Lampung, mengapresiasi pelaksanaan Tanwir IPM yang dinilainya sebagai wadah penting untuk membentuk generasi muda yang berintegritas dan memiliki semangat kebangsaan. Ia menyoroti relevansi kegiatan ini dengan misi demokrasi yang sehat dan berkelanjutan.
"IPM telah menunjukkan peran pentingnya dalam membangun karakter pelajar yang tangguh, inovatif, dan berintegritas. Saya percaya, melalui forum Tanwir ini, kader IPM akan mampu menjadi agen perubahan yang berperan aktif dalam menjaga demokrasi Indonesia yang lebih sehat dan berkualitas," ungkapnya.
Lebih lanjut, Gistiawan juga mengaitkan peran pelajar dengan pengawasan pemilu, terutama dalam menghadapi Pemilu 2024. "Pelajar tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga harus menjadi aktor penting dalam menjaga demokrasi. Salah satunya adalah dengan berkontribusi dalam pengawasan partisipatif, melaporkan pelanggaran, dan turut menciptakan pemilu yang jujur, adil, serta bebas dari politik uang," jelasnya.
Editor : Mayu Shofa
Foto : Mayu Shofa
