Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Lampung Gelar Diskusi dan Bedah Buku Pilkada Serentak 2024 Mengawal Integritas Demokrasi

Bawaslu Lampung Gelar Diskusi dan Bedah Buku Pilkada Serentak 2024 Mengawal Integritas Demokrasi

Bawaslu Provinsi Lampung menggelar diskusi publik dan bedah buku bertajuk “Pilkada Serentak 2024: Mengawal Integritas Demokrasi” pada Kamis (12/6) di Kantor Bawaslu Provinsi Lampung. Kegiatan ini juga disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube resmi Bawaslu Lampung.

Bawaslu Provinsi Lampung menggelar diskusi publik dan bedah buku bertajuk “Pilkada Serentak 2024: Mengawal Integritas Demokrasi” pada Kamis (12/6) di Kantor Bawaslu Provinsi Lampung. Kegiatan ini juga disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube resmi Bawaslu Lampung.

Ketua Bawaslu Provinsi Lampung, Iskardo P. Panggar, dalam sambutannya menegaskan pentingnya budaya menulis sebagai upaya membangun warisan intelektual dalam sejarah pengawasan pemilu. “Menulis cerita baik adalah bagian dari sejarah. Apa yang kita lakukan hari ini bisa menjadi potret yang dikenang anak cucu kita kelak. Tapi itu tidak mungkin diwujudkan jika tidak ada yang mencatat dan menuliskannya,” ucap Iskardo.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh narasumber dan penulis yang telah hadir serta berkontribusi dalam penyusunan buku ini. “Terima kasih atas kehadiran dan kontribusinya. Ini adalah langkah penting dalam memupuk demokrasi yang sehat. Kami berharap buku ini bisa dibaca luas, termasuk di Pojok Literasi Pusda Lampung,” ujar Iskardo.

Diskusi buku ini menghadirkan tiga narasumber utama, yakni Prof. Rudi Lukman Akademisi Universitas Lampung (UNILA), Dr. Efa Rodiah selaku Dekan Fakultas Syariah UIN Raden Intan Lampung, serta Dr. Topan Indra Karsa Akademisi Universitas Tulang Bawang (UTB).

Dr. Efa Rodiah, salah satu penulis buku, menyampaikan rasa terima kasih atas inisiasi Bawaslu Lampung dalam menyelenggarakan kegiatan ini. Ia menilai kerja sama antara lembaga pengawasan dan dunia akademik sebagai langkah strategis dalam meningkatkan literasi mahasiswa dan membuka ruang sinergi yang lebih luas. “Ini adalah sinergi yang sangat baik antara dunia akademik dan lembaga pengawasan. Semoga ke depan kerja sama ini dapat diperluas dalam bentuk magang, riset, hingga kegiatan literasi lainnya,” ucapnya.

Sementara itu, Prof. Rudi Lukman menekankan pentingnya menjaga semangat demokrasi meskipun di luar masa tahapan pemilu. Ia juga mendorong agar pengalaman pelaksanaan Pemungutan Suara Ulang (PSU) di Kabupaten Pesawaran dapat dibukukan sebagai bentuk dokumentasi. “Itu potret menarik dari demokrasi kita di Lampung yang patut diarsipkan dan dijadikan bahan refleksi,” ujarnya.

Dr. Topan Indra Karsa dalam ulasannya menyampaikan bahwa buku ini bukan hanya dokumentasi tahapan teknis pilkada, melainkan juga menggambarkan arah strategis pembangunan demokrasi di Indonesia. “Buku ini mengangkat nilai-nilai demokrasi substantif seperti keadilan, hak asasi manusia, partisipasi, dan akuntabilitas. Ini penting untuk menjadi bahan kajian dan pembelajaran ke depan,” jelasnya.

Editor : Aris Munandar
Foto : Mayu Shofa

toast

Media Sosial

news

Lokasi Bawaslu Provinsi

tanya

Konsultasi
Hukum Kepemiluan

Tanyakan right-circle
tanya

Konsultasi
Hukum Kepemiluan

Tanyakan right-circle