Bawaslu Lampung Dorong Pemilih Pemula Berperan Aktif Pengawasan Partisipatif
|
Anggota Bawaslu Provinsi Lampung Suheri saat menjadi narasumber Talk Show "Generasi Muda Cerdas Berdemokrasi": Suara Pemilih Pemula dalam Demokrasi di SMAN 2 Bandar Lampung, Rabu (06/11).
Anggota Bawaslu Provinsi Lampung Suheri menyampaikan betapa pentingnya peran pemilih pemula dalam mendukung sistem demokrasi di Indonesia. Menurutnya Pemilih pemula, yang umumnya terdiri dari kaum muda, memiliki antusiasme dan energi untuk belajar serta terlibat dalam isu-isu sosial dan politik.
"Ketika mereka menggunakan hak pilihnya, mereka tidak hanya menyuarakan aspirasi pribadi tetapi juga memperkuat keikutsertaan masyarakat dalam proses demokrasi. Partisipasi aktif ini sangat penting untuk menjaga agar demokrasi tetap hidup dan berfungsi baik," Ujar Suheri saat menjadi narasumber Talk Show "Generasi Muda Cerdas Berdemokrasi": Suara Pemilih Pemula dalam Demokrasi di SMAN 2 Bandar Lampung, Rabu (06/11).
Dalam kesempatan ini, Suheri menjelaskan bahwa pemilih pemula adalah mereka yang baru pertama kali memiliki hak suara, yaitu pada usia 17 tahun atau lebih muda jika telah menikah. "Pemilih pemula adalah mereka yang baru memiliki hak memilih, entah karena sudah berusia 17 tahun atau telah menikah, termasuk pernikahan dini. Sekalipun belum 17 tahun, jika sudah menikah, mereka punya hak suara," ujar Suheri.
Lebih lanjut, Suheri memaparkan bahwa pemilih pemula berhak ikut serta dalam berbagai tingkatan pemilihan, seperti pemilihan presiden, kepala daerah, dan legislatif. "Hak suara ini mencakup pemilihan presiden, kepala daerah, serta anggota legislatif untuk DPR-RI, DPD, dan DPRD tingkat provinsi dan kabupaten," tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, Suheri juga menjelaskan peran penting Bawaslu dalam penyelenggaraan pemilu yang jujur dan adil di Indonesia. Ia menyebutkan bahwa Bawaslu bertugas melakukan pengawasan di semua tahapan pemilu.
"Tugas Bawaslu mencakup tiga fungsi utama, yakni pencegahan, pengawasan, dan penindakan. Ini semua dilakukan agar proses pemilu berjalan lancar dan tidak ada pelanggaran yang merugikan demokrasi," jelasnya.
Suheri berharap talk show ini dapat memberikan wawasan kepada pemilih pemula mengenai pentingnya partisipasi dalam pemilu serta mendorong mereka untuk berperan aktif dalam proses demokrasi. Ia juga mengingatkan bahwa hanya Warga Negara Indonesia (WNI) yang memiliki hak pilih, sementara Warga Negara Asing (WNA) tidak memiliki hak tersebut.
“Peran pemilih pemula sangat penting. Generasi muda adalah masa depan bangsa, dan hak suara mereka memiliki dampak besar dalam menentukan masa depan Indonesia,†pungkasnya.
Editor : Aris Munandar
Foto : Aris Munandar
