Bawaslu Lampung Awasi Melekat Proses Pengadaan Kotak Dan Bilik Suara Untuk PSU Kabupaten Pesawaran
|
Anggota Bawaslu Provinsi Lampung, Hamid Badrul Munir dan Ahmad Qohar beserta Tim memastik spesikasi Kotak suara dan bilik suara saat erusahaan percetakan PT. Asada Mitra Packindo yang berlokasi di Tangerang, Provinsi Banten, pada Rabu (16/04).
Dalam upaya memastikan pelaksanaan Pemungutan Suara Ulang (PSU) di Kabupaten Pesawaran berjalan sesuai dengan prinsip transparansi dan akuntabilitas, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Lampung melakukan pengawasan secara melekat terhadap proses pengadaan dan pencetakan logistik Pemilihan berupa kotak suara dan bilik suara.
Pengawasan ini dilakukan langsung Anggota Bawaslu Provinsi Lampung, Hamid Badrul Munir dan Ahmad Qohar beserta Tim, di lokasi perusahaan percetakan PT. Asada Mitra Packindo yang berlokasi di Tangerang, Provinsi Banten, pada Rabu (16/04).
Dalam keterangannya, Hamid Badrul Munir menyampaikan bahwa jumlah logistik yang tengah dicetak dan dipersiapkan untuk PSU di Kabupaten Pesawaran terdiri dari 781 kotak suara dan 3.036 bilik suara. Proses ini merupakan bagian penting dari tahapan logistik pemilu yang harus dipastikan berjalan tepat waktu dan sesuai standar yang ditetapkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).
“Pengawasan ini penting untuk menjamin tidak adanya keterlambatan distribusi maupun potensi kekurangan logistik saat pelaksanaan PSU nanti. Kami ingin memastikan semua proses pengadaan, mulai dari pencetakan hingga pendistribusian, dilakukan secara profesional dan sesuai regulasi,†ujar Hamid.
Sementara itu, anggota Bawaslu Provinsi Lampung lainnya, Ahmad Qohar, menekankan pentingnya keterlibatan langsung Bawaslu dalam mengawasi tahapan krusial ini sebagai bentuk komitmen terhadap integritas penyelenggaraan pemilihan.
“Bawaslu hadir untuk memastikan bahwa setiap tahapan, termasuk pengadaan logistik seperti kotak suara dan bilik suara, dilakukan dengan transparan, akuntabel, dan sesuai jadwal. Ini adalah bagian dari tanggung jawab kami dalam menjaga kepercayaan publik terhadap proses demokrasi,†tegas Qohar.
Ia juga menambahkan bahwa Bawaslu akan terus melakukan pengawasan tidak hanya pada proses pengadaan logistik, tetapi juga selama distribusi dan pelaksanaan PSU nanti di lapangan.
“Pengawasan kami tidak akan berhenti di sini. Kami akan terus mengikuti pergerakan logistik hingga sampai ke tempat pemungutan suara, serta melakukan monitoring secara langsung saat hari pemungutan suara ulang berlangsung,†tambahnya.
Editor : Aris Munandar
Foto : Aris Munandar
