Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Lampung Apresiasi Fatayat NU Sebagai Pilar Pemberdayaan Perempuan Dan Ketahanan Bangsa

Bawaslu Lampung Apresiasi Fatayat NU Sebagai Pilar Pemberdayaan Perempuan Dan Ketahanan Bangsa

Anggota Bawaslu Provinsi Lampung, Hamid Badrul Munir (HBM), memberikan apresiasi tinggi kepada Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) atas kontribusi nyata organisasi perempuan tersebut dalam pemberdayaan perempuan di berbagai bidang. Hal itu disampaikan HBM saat menghadiri puncak peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-75 Fatayat NU yang digelar di Gedung Serba Guna (GSG) Pemerintah Kabupaten Pesawaran, Sabtu (17/5).

Anggota Bawaslu Provinsi Lampung, Hamid Badrul Munir (HBM), memberikan apresiasi tinggi kepada Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) atas kontribusi nyata organisasi perempuan tersebut dalam pemberdayaan perempuan di berbagai bidang. Hal itu disampaikan HBM saat menghadiri puncak peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-75 Fatayat NU yang digelar di Gedung Serba Guna (GSG) Pemerintah Kabupaten Pesawaran, Sabtu (17/5).

HBM menyampaikan bahwa Fatayat NU bukan lagi sekadar organisasi perempuan berbasis keagamaan, melainkan telah menjelma menjadi gerakan nasional yang membawa peran penting dalam transformasi sosial, khususnya dalam memperkuat posisi perempuan sebagai fondasi pembangunan bangsa.

“Fatayat NU telah berkembang menjadi pilar kekuatan perempuan, bukan hanya di Lampung, tetapi juga secara nasional. Kami mengapresiasi kontribusi mereka dalam bidang pendidikan, kesehatan, pemberdayaan UMKM, hingga advokasi hak-hak perempuan,” ujar HBM.

Menurutnya, kehadiran Fatayat NU hingga ke tingkat akar rumput di desa-desa menjadi kekuatan tersendiri dalam memperkuat ketahanan sosial, ekonomi, dan spiritual masyarakat, terutama bagi kaum perempuan. Hal itu sekaligus menjadi salah satu modal sosial penting dalam menjaga demokrasi dan keutuhan bangsa.

“Perempuan adalah pondasi ketahanan bangsa, agama, dan negara. Dan Fatayat NU berada di garis depan dalam mengawal hal itu. Mereka hadir sebagai sahabat perempuan desa, sahabat anak muda, dan agen dakwah keagamaan yang moderat serta menjunjung tinggi toleransi,” tegasnya.

HBM juga menyampaikan keyakinannya bahwa kemajuan Lampung ke depan akan sangat ditentukan oleh seberapa besar peran serta perempuan dalam ruang-ruang publik dan pengambilan keputusan. Dalam konteks ini, ia menyebut Fatayat NU sebagai mitra strategis pemerintah dan masyarakat dalam mendorong pembangunan yang inklusif dan berkeadilan gender.

Editor : Aris Munandar
Foto : Istimewa

toast

Media Sosial

news

Lokasi Bawaslu Provinsi

tanya

Konsultasi
Hukum Kepemiluan

Tanyakan right-circle
tanya

Konsultasi
Hukum Kepemiluan

Tanyakan right-circle