Bawaslu Lampung Hadiri Stadium General Dan Pelantikan BEM Unila, Tekankan Peran Mahasiswa Sebagai Penggerak Demokrasi
|
Ketua Bawaslu Provinsi Lampung Iskardo P. Panggar menghadiri kegiatan stadium general sekaligus Pelantikan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Lampung yang digelar di Gedung Serbaguna Universitas Lampung, Senin (6/4).
Kegiatan tersebut mengusung tema “Mahasiswa Sebagai Katalisator Perubahan Serta Pusat Gerak Menuju Industri 5.0 dan Indonesia Emas 2045”. Tema ini menegaskan pentingnya peran mahasiswa sebagai motor perubahan yang mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman, sekaligus menjaga nilai-nilai demokrasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman mengingatkan mahasiswa Universitas Lampung agar tidak terjebak dalam sistem feodalisme yang dapat menghambat kebebasan berpikir dan bersikap kritis.
“Mahasiswa itu tidak boleh terjebak dalam sistem feodalisme, jangan terpenjara dengan sistem feodalisme,” ujar Habiburokhman.
Ia menjelaskan bahwa refleksi gerakan mahasiswa sejak tahun 1966, 1974, 1978 hingga 1998 menunjukkan bahwa perjuangan mahasiswa belum sepenuhnya mencapai perubahan yang diharapkan. Oleh karena itu, mahasiswa diharapkan mampu melepaskan sekat-sekat feodalisme dan membangun sikap egaliter dalam kehidupan bermasyarakat.
Menurutnya, tantangan terbesar mahasiswa tidak hanya pada masa perkuliahan, tetapi juga ketika memasuki kehidupan bermasyarakat, termasuk saat menjalankan peran sebagai kepala keluarga, apakah tetap mampu mempertahankan sikap kritis dan konsisten dalam memperjuangkan perbaikan.
Sementara itu, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menyampaikan apresiasi kepada mahasiswa Universitas Lampung, khususnya pengurus BEM yang baru dilantik. Ia menilai kehadiran berbagai tokoh nasional dalam pelantikan tersebut menunjukkan bahwa mahasiswa memiliki peran strategis dalam pembangunan daerah.
“Undangan yang hadir pada pelantikan hari ini menunjukkan bahwa adinda sekalian layak mendapatkan penghargaan yang sangat tinggi,” ujar Mirza.
Ia juga menegaskan bahwa mahasiswa merupakan mitra strategis Pemerintah Provinsi Lampung sebagai ruang dialog, menyampaikan aspirasi, serta menyuarakan berbagai persoalan masyarakat.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Bawaslu Provinsi Lampung Iskardo P. Panggar menyampaikan bahwa mahasiswa memiliki posisi penting dalam menjaga kualitas demokrasi, khususnya melalui partisipasi aktif dan sikap kritis terhadap berbagai kebijakan publik.
Iskardo menilai mahasiswa sebagai agen perubahan memiliki tanggung jawab moral untuk terus menjaga nilai-nilai keadilan, integritas, serta mengawal proses demokrasi yang berkeadaban.
“Mahasiswa merupakan elemen penting dalam menjaga marwah demokrasi. Sikap kritis, independen, dan berintegritas harus terus dijaga sebagai bentuk kontribusi nyata dalam mengawal demokrasi yang berkualitas menuju Indonesia Emas 2045,” ujar Iskardo.
Ia juga berharap kepengurusan BEM Universitas Lampung mampu menjadi wadah pengembangan kepemimpinan yang berorientasi pada kepentingan masyarakat, serta memperkuat kolaborasi dalam membangun demokrasi partisipatif.
Kegiatan pelantikan ini diharapkan menjadi momentum bagi mahasiswa untuk memperkuat komitmen sebagai katalisator perubahan, sekaligus menjadi mitra strategis dalam mendorong kemajuan daerah dan bangsa.
Editor : Mayu Shofa/Fakhmi Umar
Foto : Aris Munandar